7 Mitos dan Fakta Tentang Merawat Rambut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menyisir rambut. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita menyisir rambut. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Rambut merupakan salah satu penunjang penampilan. Kondisi rambut yang bersih, sehat, dan rapi akan menambah kesempurnaan penampilan Anda. Untuk itu kita perlu memperhatikan dan menjaga kondisi rambut.

    Selain mengandalkan perawatan di salon, kerap kali kita menerapkan kiat-kiat perawatan yang kita baca di media atau kita dengar dari orang lain.

    Namun, tidak semua yang Anda baca atau dengar adalah informasi benar. Ada sebagian informasi itu hanya sekadar mitos belaka.

    Berikut mitos dan fakta seputar perawatan rambut:

    Mitos
    Sering memangkas ujung rambut atau merapikannya membuat rambut tumbuh lebih cepat.
    Fakta
    Sering memangkas ujung-ujung rambut tidak ada kaitannya dengan pertumbuhan rambut. Namun memangkas ujung-ujung rambut ini berdampak baik, membuat rambut Anda terlihat lebih bagus dan rapi juga mencegah rambut bercabang. Pertumbuhan rambut dipengaruhi faktor genetik dan hormon. Umumnya, setiap helai rambut akan bertambah panjang sekitar 1,25 sampai 2,5 cm setiap bulannya.

    Mitos
    Menyisir rambut dalam keadaan basah tidak baik, salah satunya menyebabkan rambut rontok.
    Fakta
    Lebih baik menyisir dalam keadaan basah atau kering sebenarnya tergantung pada jenis rambut. Rambut tipis dan lurus, yang jarang kusut, disisir saat basah maupun kering sama baiknya. Sementara, rambut tebal ikal, yang cenderung mudah kusut, paling baik disisir dalam keadaan basah.

    Mitos
    Paling baik mencuci rambut menggunakan air dingin.
    Fakta
    Selain kuku, sel-sel rambut merupakan sel mati, sehingga ketika kuku maupun rambut dipotong kita tidak merasa sakit. Demikian juga, rambut tidak terpengaruh temperatur. Maka sama saja, mencuci rambut dengan air dingin atau hangat.

    Mitos
    Keramas setiap hari menyebabkan rambut mudah rontok.
    Fakta
    Seberapa sering kita keramas sesungguhnya tidak ada hubungan sebab akibat dengan kerontokan. Mau seminggu sekali keramas, atau setiap hari keramas, telah terpola bahwa kita kehilangan sekitar 100 helai rambut setiap harinya.

    Mitos
    Menggunakan sampo yang sama dalam waktu lama tidak baik, akan membuat rambut kebal terhadap manfaatnya.
    Fakta
    Sampo memiliki efek jangka pendek dan panjang. Efek jangka pendek, membersihkan dan memberikan aroma wangi yang khas pada rambut. Sementara efek jangka panjangnya menutrisi rambut, mempercepat regenerasi sel dan proses perbaikan rambut. Semakin lama Anda menggunakan sampo yang sama dan cocok bagi rambut Anda, manfaatnya semakin terasa. Jadi, gonta-ganti sampo itu tidak perlu.

    Mitos
    Jangan mencabut uban, karena sekali mencabut sehelai uban akan tumbuh uban lebih banyak lagi.
    Fakta
    Kenyataannya, rambut beruban terjadi karena melanosit—sel yang memproduksi pigmen rambut—telah berhenti memproduksi pigmen. Kedua, rambut beruban karena faktor genetik. Sehingga mencabut uban takkan memengaruhi sedikit banyaknya pertumbuhan uban.

    Mitos
    Mengurangi intensitas keramas, salah satu cara membuat rambut tidak terlalu berminyak.

    Fakta
    Yang memproduksi minyak di kulit kepala adalah sebum dan yang memengaruhi banyak atau sedikitnya jumlah produksi minyak adalah faktor genetik dan hormon. Jadi, jarang atau seringnya keramas tidak berpengaruh pada jumlah produksi minyak di kulit kepala.   

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    7 Gangguan Kesehatan Akibat Sistem Kerja Bergilir
    Awas Gejala Jantung Koroner Mirip dengan Flu
    Ini 6 Obat Herbal Untuk Redakan Sakit Kepala


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.