Begini Cara Merawat Koleksi Kerajinan Tanah Liat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kerajinan clay. shutterstock.com

    Ilustrasi kerajinan clay. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengoleksi beragam kerajinan yang terbuat dari tanah liat atau clay pastinya sangat menyenangkan. Selain karena bisa bertahan cukup lama, ukuran atau bentuk karakter yang terbuat dari clay juga bisa disesuaikan dengan keinginan Anda.

    Koleksi kerajinan clay biasanya digunakan sebagai penghias ruangan di dalam rumah. Terkadang, ada orang yang menaruhnya di tempat terbuka, namun ada juga yang menaruhnya di dalam lemari kaca. Namun, menurut salah seorang pengrajin clay, Melya Leonita Sutantyo, clay harus diletakkan di tempat yang aman. "Perawatan clay pada dasarnya tidak sulit, cukup letakkan di tempat yang aman (supaya tidak mudah jatuh) dan tidak lembap," katanya.

    Karena beberapa jenis clay mudah berjamur, ia menyarankan untuk menggunakan varnish. "Ada beberapa clay yang bisa berjamur. Untuk mengantisipasinya, bisa menggunakan varnish khusus clay atau pilox," katanya lagi.

    Perihal berapa lama kerajinan clay bisa bertahan, Melya menjawab: "Sejauh ini, clay yang aku simpan selama tiga tahun lebih, masih bertahan dan tidak luntur ataupun berjamur," tutupnya.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Memahami Tahap-tahap Dalam Tes DNA
    Khawatir dengan Rambut Rontok, Atasi dengan Cara Berikut
    Bangun Tidur Terasa Lemas, Coba Doping Sehat Alami


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.