Fashion Link, `Jembatan` Desainer Tanah Air ke Mancanegara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop (tengah) sedang membaca katalog didampingi desainer Toton Januar dan Ketua Penyelenggara Jakarta Fashion Week 2017 Svida Alisyahbana, di Senayan City, Rabu 26 Oktober 2016. Julie Bishop sedang 'blusukan' di area Fashionlink Hall di lantai 8 Senayan City. Tempo/DA Candraningrum

    Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop (tengah) sedang membaca katalog didampingi desainer Toton Januar dan Ketua Penyelenggara Jakarta Fashion Week 2017 Svida Alisyahbana, di Senayan City, Rabu 26 Oktober 2016. Julie Bishop sedang 'blusukan' di area Fashionlink Hall di lantai 8 Senayan City. Tempo/DA Candraningrum

    TEMPO.CO, Jakarta - Jakarta Fashion Week 2017 kembali membuka jalan bagi para desainer untuk melebarkan sayap ke kancah internasional. Salah satunya melalui program fasion link. Program ini merupakan kelanjutan inkubasi dari Indonesia Fashion Forward yang telah dihadirkan sebelumnya.

    Bra 9000 Berlian

    Pendiri dan Ketua Jakarta Fashion Week 2017 sekaligus CEO Femina Group, Svida Alisjahbana, mengatakan fashion link merupakan langkah untuk menjembatani desainer Tanah Air, khususnya yang tergabung dalam Indonesia Fashion Forward, untuk memancing konsumen. Dengan adanya fashion link, para desainer tak cuma mendapatkan pasar di dalam negeri, tapi juga di mancanegara.

    "Caranya dengan mengundang buyer. Mereka kami datangkan untuk melihat dan memilih produk para desainer," katanya saat ditemui Tempo di Senayan City, Jakarta Pusat, Senin, 24 Oktober 2016.

    Pembel iyang dimaksud bukan hanya yang berasal dari dalam negeri, seperti Matahari, Zalora, Metro, dan Blibli, melainkan juga yang dari luar negeri. Untuk itu, fashion link perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan yang bertugas membuka jalan kerja sama dengan pihak asing.

    Pemerintah jugalah yang nantinya bertugas memfasilitasi buyer yang datang ke Indonesia untuk bertandang ke showroom fashion link. Mereka yang datang akan memilih sendiri label mana yang akan digandeng untuk masuk pasar internasional. Bentuknya memang mirip pameran. Namun fashion link tak bisa disebut sebagai bazar. "Karena presentasinya untuk bussinese to bussiness," ucap Svida.

    Dengan dibukanya fashion link yang berlangsung pada 24-28 Oktober 2016 di Senayan City ini, Svida berharap kepercayaan investor terhadap Indonesia meningkat. Jadi mereka tak lagi hanya melirik Cina dan Korea Selatan untuk diajak kerja sama dalam bidang fashion. "Dan kami berharap program ini akan terus berlanjut," tutur Svida.

    Sebanyak 100 label dihadirkan dalam fashion link. Empat puluh di antaranya merupakan label yang tergabung dalam Indonesia Fashion Forward. Contohnya ialah label Jeffry Tan, TOTON, Peggy Hartanto, Patrick Owen, LOTUZ, Jenahara, dan Etu by Restu Anggraini.

    FRANCISCA

    Berita lainnya:
    5 Film Horor Terbaik untuk Ramaikan Halloween
    Bos Berkepribadian Koleris, Begini Cara Menghadapinya
    Agnes Monica Hadirkan Gaya 'Jalanan' era 1990-an


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara