Bekerja Tanpa Gairah, Cari Tahu Apa Penyebabnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita pekerja bingung. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita pekerja bingung. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Cintai apa yang kita kerjakan dan kerjakan apa yang kita cintai. Sungguh ideal bila kita bisa bekerja seperti kata-kata bijak ini. Sayangnya dalam dunia nyata, menjalani pekerjaan tak lepas dari masalah.

    Secinta apa pun dengan pekerjaan, terkadang ada hal-hal yang membuat seseorang galau sehingga semangat mencintai pekerjaan mengendur. Apa saja hal-hal yang sering kali membuat galau para pekerja? Bisa jadi enam hal berikut.

    *Pekerjaan tidak atau kurang menantang
    Ada jenis pekerjaan yang hanya membutuhkan kebiasaan dan ketekunan mengerjakan, tidak ada tantangan, tidak memerlukan improvisasi, dan tidak memancing daya imajinasi dan kreativitas. Tak heran kita jadi bosan.

    Hal ini diperburuk tidak adanya kejelasaan jenjang karier. Coba pikirkan ulang dan mulailah cari kesempatan mendapatkan pekerjaan lain yang lebih menantang dan berwarna.

    *Gaji tidak memadai
    Setiap orang tentu ingin bekerja dan dihargai sesuai kemampuan dan tanggung jawab yang diembannya. Bagaimana pun salah satu tujuan utama bekerja adalah untuk mencari nafkah. Gaji yang sesuai akan membuat seseorang bekerja dengan perasaan nyaman dan makin mencintai pekerjaannya.

    Sebaliknya, mereka yang menerima gaji yang jumlahnya tidak sesuai dengan ekspektasi dan kebutuhan tentu akan banyak mengeluh saat bekerja. Tanya kepada diri sendiri, seberapa layak kita dibayar? Kalau merasa gaji kita terlalu kecil, upayakan membicarakannya dengan atasan.

    Jika tidak berhasil, ambil pilihan untuk mencari pekerjaan lain yang dengan gaji lebih layak. Yang perlu diperhatikan, kita harus jujur dengan kemampuan diri.

     *Terlibat konflik
    Konflik di dunia kerja kadang tak bisa dihindari, entah itu persaingan, tidak cocok secara sifat, berada di tim yang tidak menyenangkan, gosip kantor, politik kantor yang terlalu kuat, atau ada saja seseorang yang sangat menjengkelkan dan membuat suasana kerja tidak kondusif.

    Situasi seperti ini memang tidak nyaman. Namun coba pikirkan lagi, apa kita mau karier terhambat hanya karena konflik, yang biasanya bermuara pada permasalahan sepele? Cepat selesaikan konflik dan kembalilah ke jalur aman.

    *Melakukan kesalahan fatal
    Manusia tidak luput dari kesalahan. Namun jika kesalahan itu kita yang melakukan, tentu rasanya tak mengenakkan. Apalagi jika melakukan kesalahan fatal menyangkut pekerjaan, seperti salah membuat laporan, tidak sengaja menghilangkan uang atau inventaris kantor, lalai melakukan pekerjaan, dan hal-hal lain yang akan berdampak pada pengenaan sanksi.

    Kalau sudah terjadi, stres menghampiri. Alih-alih menghindar dari masalah tetapi kerap dihantui rasa bersalah, segera selesaikan. Akui saja kesalahan apa pun yang telah diperbuat, minta maaf, bertanggung jawab, lalu berjanji tidak mengulangnya lagi. Bersikaplah ksatria. Bagaimana pun jujur lebih menenangkan daripada terus menyimpan kebohongan.

    *Atasan menyebalkan    
    Dua hal yang tidak bisa dipilih dalam hidup adalah orang tua dan atasan. Memiliki atasan yang menyebalkan seolah takdir buruk buat seseorang. Bekerja di bawah atasan yang cerewet, banyak menuntut, tidak menghargai orang, pemarah, dan tidak ramah sama sekali bukanlah situasi yang diinginkan setiap pekerja.

    Perasaan takut, stres, dan tidak nyaman bekerja tentu hinggap. Namun manusia dilahirkan dengan kemampuan beradaptasi. Pelajari sifat atasan, lalu mulailah belajar mengurangi melakukan hal-hal yang tak disukainya agar terhindar dari masalah.

    *Belum menemukan gairah kerja
    Memiliki gairah kerja akan membuat seseorang bersemangat menjalani hari-hari kerjanya. Kondisi sebaliknya terjadi bila seseorang ditakdirkan menjalani pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan kegemarannya. Tanpa gairah, bekerja akan menjadi rutinitas saja tanpa ada keinginan untuk mengerahkan segala potensi.

    Bagaimana jika kita sulit keluar dari pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat? Kita tak menghabiskan waktu tujuh hari seminggu, 24 jam sehari di kantor.

    Manfaatkan waktu luang untuk menyalurkan kegemaran dan aktualisasi diri. Jika memungkinkan, lakukanpekerjaan ganda. Lakukan kegiatan kegemaran sebagai pekerjaan sampingan. Jika tidak, kita tetap bisa bersenang-senang dengan hobi dan kegemaran sebagai pengisi waktu luang dan liburan. 

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Bekerja dengan Terpaksa, Itulah Musuh Hidupmu
    Sering Selfie dan Main Sosmed, Hati-hati Ponsel Cepat Panas
    Buah Berwarna Terang Memang Baik, tapi Ada Efek Buruknya Lho


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.