Manfaat Bersikap Baik kepada Sesama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita tersenyum pada orang tua atau lansia di panti jompo. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita tersenyum pada orang tua atau lansia di panti jompo. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Di zaman yang makin individualistis ini, semakin sulit menemukan orang yang selalu bersikap ramah kepada orang lain yang bukan teman atau kerabatnya, apalagi orang tidak dikenal. Padahal apa untungnya bersikap acuh kepada orang lain? Cobalah bersikap baik kepada sesama. Para ilmuwan pun sepakat bahwa bersikap baik kepada orang lain memiliki banyak manfaat, seperti dirilis India Times.

    Berikut ini manfaat jika Anda bersikap baik kepada orang lain.

    #Bersikap baik adalah kunci dari tim hebat
    Google membuat survei untuk mencari tahu faktor apa yang bisa membangun tim yang bahagia dan produktif. Lalu, dibentuklah Proyek Aristoles. Para karyawan diajukan pertanyaan yang menyangkut keamanan psikologis, kemampuan untuk diandalkan, dan sebagainya. 

    Maka terungkaplah jawaban, bahwa baik kepada orang lain adalah faktor penting pembentuk tim yang bahagia. Dengan membiarkan ego dan harga diri pergi, seseorang pun bersedia membantu dan berdiskusi dengan timnya untuk dan menjadi produktif.

    #Tidak egoistis adalah kunci sukses
    Dalam bukunya, Give and Take, Profesor Adam Grant menyatakan orang-orang yang sukses adalah mereka yang tidak egoistis.

    #Gosip baik bisa memperbaiki hubungan
    Ingat, gosip yang baik adalah tidak membicarakan keburukan orang lain di belakang mereka. Gosip kadang berguna, tapi bila yang dibicarakan hanya hal-hal baik dan positif.

    #Bersikap baik bagus buat kesehatan
    Otak bisa memindai, mana perbuatan yang baik mana yang tidak. Ketika kita membantu orang lain dengan senang hati, otak akan melepaskan hormon endorfin yang bertugas menciptakan rasa bahagia.

    #Makin produktif
    Produktivitas meningkat ketika kita mengakui hasil kerja orang lain dan memujinya. Lingkungan kerja yang bersahabat akan mengalirkan hasil yang luar biasa pula.

    #Tidur dengan nyenyak
    Tim psikolog dari Universitas Yale di Amerika Serikat pimpinan Emily Ansell melakukan penelitian lewat ponsel. Lewat jawaban yang masuk melalui ponsel, para peserta survei yang berjumlah 77 orang, dengan rentang usia 18-44 tahun, terungkap bahwa tindakan positif seperti membukakan pintu buat orang lain atau membantu orang menyeberang telah menurunkan level stres para peserta sehingga bisa tidur nyenyak di malam hari.

    PIPIT

    Baca juga:
    Kenali Potensi Diri dan Bakat Melalui Talents Mapping
    Jenis Pekerjaan buat Mereka yang Gampang Bosan
    Bekerja dengan Terpaksa, Itulah Musuh Hidupmu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.