Waspadai Demam tanpa Batuk dan Pilek  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak demam. saidsupport.org

    Ilustrasi anak demam. saidsupport.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Demam merupakan salah satu pertanda bahwa tubuh mengalami infeksi atau peradangan. Untuk mengatasi demam, kita dapat mengkonsumsi obat pereda panas.

    Namun, menurut Sri Rezeki S. Hadinegoro, Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) sekaligus inisiator vaksin dengue se-Asia-Pasifik, demam patut diwaspadai apabila tidak kunjung reda lebih dari tiga hari.

    "Kalau demam sudah tiga hari tanpa batuk dan pilek, sebaiknya lakukan pemeriksaan darah bagi orang yang sakit tersebut," ujarnya dalam konferensi pers pengumuman vaksin dengue pertama di dunia yang telah tersedia di Indonesia, Selasa, 25 Oktober 2016.

    Ia menambahkan, apabila disertai batuk dan pilek, bisa dipastikan demam tersebut bukan demam karena virus dengue. "Kalau disertai batuk dan pilek, berarti kuman masuk lewat hidung. Sedangkan kalau hanya demam saja tanpa disertai batuk dan pilek, berarti virus masuk langsung ke tubuh," tuturnya.

    Terakhir, Sri Rezeki mengingatkan bahwa tidak semua jenis infeksi virus dengue itu berat. Sebab, ada empat serotipe virus dengue.

    "Infeksi virus dengue yang parah itu yang mengalami syok dan pendarahan (pendarahan internal), karena tubuh bisa kekurangan oksigen, sehingga orang yang terinfeksi bisa pingsan hingga mengalami kematian," katanya.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Yang Harus Diketahui Sebelum Menjalani Tes DNA

    Air Liur Orang Tua Sangat Berguna untuk Bayi, Loh!

    5 Makanan Sumber Protein Sahabat Vegetarian



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.