Bicara A-Z tentang Menyikat Gigi dan Bahan Pasta Gigi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Senyum yang indah bisa membuat seseorang terlihat makin menarik. Namun senyum itu tak akan sempurna bila kesehatan gigi dan mulut tidak dijaga.

    Menjaga kesehatan mulut dan isinya tak cuma dengan cara menyikat gigi. Perhatikan juga sikat dan pasta gigi dan pilihlah yang tepat. Di dalam mulut setiap orang terdapat bakteri yang masuk lewat gula dari makanan yang disantap.

    Sepanjang hari, bakteri tersebut terus berekspansi dan membentuk karang pada gigi dan gusi. Lama kelamaan, karang tersebut merusak gigi dan membuatnya berlubang. Karang juga menyerang gusi dan menyebabkan radang atau penyakit gusi.

    Kepada The Conversation, Kelly-Anne Waters, seorang dokter gigi di Australia dan pengajar di Universitas Central Queensland, menganjurkan untuk memilih pasta gigi yang tepat.

    - Fluoride
    Bahan paling penting dalam pasta gigi adalah fluoride, yang membantu menjaga kesehatan gigi dan mencegah kerusakan. Menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride dua kali sehari mampu melindungi gigi dari kerusakan. jenis fluoride yang umum digunakan adalah sodium fluoride, sodium monofluorophosphate, dan stannous fluoride.

    Pasta gigi yang mengandung fluoride tinggi diklaim makin bagus buat melindungi gigi. Namun terlalu banyak fluoride bisa menyebabkan fluorisis, pengikisan lapisan enamel, terutama pada anak-anak di bawah 6 tahun.

    - Triclosan
    Triclosan juga bahan yang umum pada pasta gigi dan sudah terbukti sebagai zat antibakteri yang mampu mencegah tumbuhnya karang gigi sehingga bisa menghindarkan gigi dari kerusakan.

    - Pemutih
    Pasta gigi ini biasanya mengandung zat abrasif yang tinggi, seperti fosfat, karbonat, silika, atau aluminium. Pengikisan ringan bisa membuat gigi terlihat bersih dan mencegah noda. Beberapa pasta gigi pemutih juga mengandung peroksida hidrogen dan sebagian lagi mengandung deterjen.

    - Sensitivitas
    Ada orang-orang yang memiliki gigi sensitif, terutama terhadap makanan atau minuman dingin. Penyebab yang paling umum adalah masalah pada akar gigi, biasanya diakibatkan menyikat gigi terlalu keras, penyakit gusi, pertambahan usia, atau gabungan ketiganya.

    Pasta gigi untuk gigi sensitif memang efektif mengatasi masalah tersebut. Tapi, pilihannya kerap membuat bingung. Ada pasta gigi sensitif yang berbahan dasar nitrat potasium dan sitrat potasium dan cara kerjanya dengan menghambat sinyal dari syaraf.

    Produk dengan dua bahan tersebut cenderung lebih murah dibanding pasta gigi yang mengandung strontium, arginine, dan and sodium kalsium fosfosilikat. Cara kerja produk ini dengan menyumbat "pori-pori" pada akar gigi yang disebut denitine tubules.

    - Obat kumur
    Meski ada manfaatnya, obat kumur tidak harus digunakan setiap hari. Menyikat gigi adalah kunci kebersihan, jauh lebih penting dibanding pasta gigi atau obat kumur yang digunakan.

    PIPIT

    Artikel lain:
    8 Masalah Kesehatan yang Sakitnya Lebih dari Melahirkan
    Sering Selfie dan Main Sosmed, Hati-hati Ponsel Cepat Panas
    Pacar di Lingkaran Teman Tak Menjamin Hubungan Langgeng


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.