Indonesia Diharapkan Jadi Tujuan Wisata Medis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dr Deby Vinski saat perkenalan buku baru The Power of Man di Casa Devy Vinski, Pondok Indah pada 10 November 2014. Munadi untuk TEMPO

    Dr Deby Vinski saat perkenalan buku baru The Power of Man di Casa Devy Vinski, Pondok Indah pada 10 November 2014. Munadi untuk TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Industri antipenuaan kini semakin banyak diminati masyarakat, tidak hanya di dalam negeri tapi juga di mancanegara. Hadirnya pusat antipenuaan dunia di Indonesia juga membuat banyak warga negara asing yang memilih datang ke Indonesia untuk tujuan medis.

    Sejak dibuka pertama kali pada Juli 2016, Vinski Tower, yang merupakan pusat antipenuaan dunia, membuktikan adanya peningkatan kunjungan, khususnya warga negara asing.

    “Adanya kebijakan visa on arrival atau bebas visa bagi wisatawan mancanegara ini sangat membantu. Bahkan, peningkatan wisatawan yang melakukan kegiatan medis di Vinski Tower meningkat hingga 10 persen,” kata sang pemilik, Dr. Deby Vinski.

    Lebih lanjut, Deby menjelaskan bahwa Vinski Tower dilengkapi dengan berbagai fasilitas perawatan dan terapi yang didukung oleh dokter-dokter ahli dari berbagai negara di dunia.

    “Saya ingin berkontribusi kepada negara melalui industri antipenuaan. Salah satunya, dengan menjadikan Vinski Tower sebagai tujuan pilihan wisata medis. Dengan demikian, Indonesia akan menjadi tujuan wisata medis bagi wisatawan mancanegara,” kata Deby.

    Berbagai upaya untuk mempromosikan hal itu pun dilakukan Deby, di antaranya dengan memperkenalkan Vinski Tower kepada negara-negara lain, termasuk ke 74 negara yang tergabung di WOCPM.

    "Salah satu pengembangan penelitian Peptides yang dapat membantu mengatasi kerusakan DNA di Indonesia pun akan segera dilakukan di Indonesia. Peptides itu merupakan molekul nano yang bisa mengatasi kebutaan karena diabetes. Bahkan, Rusia sudah menyatakan memilih Indonesia untuk melakukan penelitian tersebut di Vinski Tower,” ucap Deby.

    Kesempatan itu juga tidak terlepasdari keberhasilan Deby menyelesaikan studi S3-nya di Saint Petersburg Institute Bioregulation and Gerentology di Rusia. Deby berhasil menyelesaikan desertasi berjudul "Study of the Effect of Peptides on the Functional State of Skin Cells".

    “Melalui desertasi ini, saya ingin memberikan sumbangsih bagi Indonesia, khususnya industri antipenuaan,” ujar Deby, yang berhasil menyabet predikat Cum Laude dalam studinya tersebut.

    Berbagai tren kesehatan dan kecantikan pun tengah dipersiapkan Deby. Dia  menargetkan Vinski Tower akan melakukan sejumlah riset atau penelitian terkait perkembangan ilmu antipenuaan, antara lain riset tentang Stem Cell.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Trik Atasi Dampak Kurang Tidur
    Bit, Makanan Super yang Sering Dilupakan
    Makan Es dan Berenang Ternyata Bisa Bikin Gigi Rusak Loh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.