Tika Bravani Ogah Pakai Busana Bling-bling  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Tika Bravani berpose di pemutaran perdana film terbarunya berjudul Hijab di Epicenturm XXI Kuningan, Jakarta, 13 Januari 2015. TEMPO/Nurdiansah

    Artis Tika Bravani berpose di pemutaran perdana film terbarunya berjudul Hijab di Epicenturm XXI Kuningan, Jakarta, 13 Januari 2015. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Bicara soal fashion, tentunya setiap orang memiliki pilihan gaya yang berbeda-beda. Ada yang menghindari beberapa jenis pakaian karena dianggap mengurangi rasa percaya diri.

    JFW 2017, Gaya Hijabers Edgy Vs Feminin

    Begitu juga dengan istri Dimas Aditya, Tika Bravani. Ditemui dalam acara Gala Premier Catatan Dodol Calon Dokter (Cado-Cado) di CGV, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin, 24 Oktober 2016, dia mengungkapkan jenis busana yang sangat dihindarinya. "Aku sangat menghindari yang bling-bling, yang batu-batu besar dan merepotkan," ujar pemeran film Athirah ini.

    Artis cantik kelahiran 17 Februari 1990 ini mengaku lebih menyukai fashion yang sederhana. Berbeda dengan pilihan fashion artis seperti halnya Syahrini, Tika malah tidak menyukai penampilan yang terkesan mewah. "Ya itu tadi, batu-batu besar bling-bling menunjukkan seolah itu kemewahan tapi malah yang kayak gitu aku enggak suka," tutur Tika.

    Meskipun Tika sudah memiliki ciri fashion-nya sendiri, dia mengaku pernah salah kostum saat menghadiri sebuah acara. Itu sebabnya Tika masih membutuhkan jasa fashion stylist. "Kalau ada acara penting kayak gini (gala premier film) dokumentasinya banyak," ucap Tika sambil tertawa.

    TABLODIBINTANG



    Artikel lainnya:
    Tara Basro Pernah Minder karena Kulitnya
    Pakai Kebaya Bikin Susah Bergerak, Salah Besar!
    JFW 2017 Jii dan Milcah: Inspirasi Kebebasan dan Kesegaran

     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.