Hamil di Usia 50 Tahun? Siapa Takut!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Janet Jackson (kanan) terlihat berjalan-jalan dengan mengenakan busana bergaya muslimah di London. Penyanyi yang sedang hamil ini mengenakan busana hitam serba longgar yang menutupi kepala dan lehernya. Dailymail.co.uk/Xposurephotos.com

    Janet Jackson (kanan) terlihat berjalan-jalan dengan mengenakan busana bergaya muslimah di London. Penyanyi yang sedang hamil ini mengenakan busana hitam serba longgar yang menutupi kepala dan lehernya. Dailymail.co.uk/Xposurephotos.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Percaya atau tidak, fenomena hamil di usia 50 tahun kini menjadi tren di Amerika Serikat. Salah satunya dialami oleh penyanyi senior Janet Jackson yang menikah dengan pengusaha asal Qatar, Wissam Al Manna, yang kini tinggal di London, Inggris.

    Sebelumnya kita juga dikagetkan dengan tren melahirkan para selebritis di usia 40an. Penyanyi Gwen Stefani yang melahirkan anak ketiganya di usia 44 tahun. Artis senior Susan Sarandon juga melahirkan anak pertamanya pada umur 45 tahun. Aktris Geena Davis pun melahirkan anak kembarnya di usia 48 tahun. Sebetulnya, berbahayakah hamil di usia yang sudah tidak muda lagi?

    Ini bukanlah fenomena baru. Pada tahun 2013 di Amerika Serikat, diketahui ada 13 bayi yang dilahirkan oleh ibu yang berusia 50 tahunan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, angka kelahiran bayi dari ibu yang berusia 50-54 tahun meningkat sekitar 165 persen dari tahun 2000 hingga 2013.

    Kok bisa para mamah-mamah tua ini hamil? Apakah mereka masih subur? Diketahui bahwa kehamilan di usia senja ini disebabkan karena suksesnya program bayi tabung atau in vitro fertilization yang mereka jalani. Untuk mereka yang telah memasuki masa menopause, biasanya mereka menggunakan sel telur hasil donor dari perempuan muda.

    Dari hasil penelitian, diketahui bahwa peraih gelar perempuan tertua yang melahirkan bayi adalah Rajo Devi dari India. Ibu asal India ini melahirkan bayinya di usia 70 tahun.

    Lalu mengapa perempuan usia senja ini memutuskan untuk hamil di usia yang tak lagi muda? Bervariasi jawabnya. Ada yang ingin punya anak di pernikahan keduanya, atau perkawinannya sudah lama belum dikaruniai anak.  

    Apapun alasannya, adalah penting untuk mempertimbangkan resiko bagi ibu dan kehidupan bayi selanjutnya. Karena mommies yang berusia 50an biasanya memiliki resiko penyakit yang cukup tinggi, sebut saja diabetes dan hipertensi. Ini tentu sangat beresiko ketika masa kehamilan dan saat melahirkan. Pun jika terjadi sesuatu pada sang ibu, perlu dipikirkan bagaimana nasib si bayi kelak. 

    Perlu juga dipikirkan biaya program bayi tabung yang cukup tinggi. Karena ibu-ibu usia senja ini masih akan punya waktu—meski tak banyak—untuk mendampingi anaknya kelak. Belum lagi resiko memiliki bayi dengan kelainan atau down syndrome yang cukup tinggi pada kelahiran bayi dari ibu-ibu dengan usia yang tak muda lagi, tampaknya perlu pemikiran matang sebelum Anda memutuskan untuk hamil di usia senja.

    PARENTING | DA CANDRANINGRUM



    Baca juga:
    Bagaimana Cara Bayi Bertransisi dari ASI ke Susu Formula
    Desain Ruang Kerja yang Ideal untuk di Rumah
    Warna Hangat dan Ceria Untuk Dapur Anda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.