Perhatikan Posisi Bayi di Car Seat, Bisa Berujung Kematian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak duduk di Car seat. mamykosmos.pl

    Anak duduk di Car seat. mamykosmos.pl

    TEMPO.CO, Jakarta - Bepergian dengan mengajak bayi di dalam mobil akan menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi si kecil. Tapi bagaimana menempatkan si buah hati agar tetap aman dan nyaman selama perjalanan?

    Sebagian orang memilih memangku anak. Cara ini justru membahayakan si kecil, karena anak akan menjadi bumper atau pelindung orang tua saat terjadi benturan atau rem mendadak. Cara terbaik, meletakkan bayi di baby car seat atau tempat duduk khusus untuk bayi di mobil.

    Gunakanlah car seat jika bepergian mengajak bayi. Yang menjadi masalah, penggunaan car seat pada bayi di bawah usia 2 tahun dapat menyebabkan kecelakaan yang berujung pada kematian bayi.

    Penelitian tentang bahaya penggunaan alat bantu duduk anak yang dimuat di The Journal of Pediatrics Amerika Serikat pada 2015 mengemukakan, pada periode April 2004-Desember 2008, terdapat 31 kasus kematian anak terjadi akibat penggunaan car seat.

    Sebanyak 15 anak meninggal akibat sesak napas karena terlalu lama tidur di car seat dan 16 lainnya meninggal akibat tercekik tali pengaman car seat. Mengapa ini bisa terjadi?

    “Saat bayi tertidur di car seat, posisi tidur mereka miring sebesar 30-40 derajat. Kondisi otot leher bayi yang belum kuat mengakibatkan kepala mereka turun ke bawah sehingga menghambat saluran pernapasan dan mengurangi aliran oksigen di tubuh,” kata Katie McPeak, MD, Direktur Medis RS St. Christopher, Philadelphia. Yang mengerikan, rentang waktu terpendek sejak bayi terlihat masih hidup sampai ditemukan meninggal hanya 4 menit.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Tayangan Film Picu Anak Ingin Merokok
    Memahami Gerakan Tutup Mulut pada Anak
    Sstt, Anak Kecil Tak Perlu Konsumsi Gula Berlebih


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.