Dua Fashion Label Asal India Siap Jelajah Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Busana Musim Panas dari India karya Amrich, gabungan nama dua desainer asal India, yaitu Amit Vijaya dan Richard Pandav di Jakarta Fashion Week 2017. jakartafashionweek.co.id

    Busana Musim Panas dari India karya Amrich, gabungan nama dua desainer asal India, yaitu Amit Vijaya dan Richard Pandav di Jakarta Fashion Week 2017. jakartafashionweek.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasar fashion Indonesia ternyata tak hanya menarik bagi desainer lokal, tapi juga dilirik desainer luar negeri. Kali ini datang dari India. Dalam acara Jakarta Fashion Week 2017 yang digelar di pusat belanja Senayan City, Kedutaan Besar India mempersembahkan koleksi menarik dari dua brand internasionalnya yang bertajuk Amrich dan Eka, yang berfokus pada busana khusus perempuan.

    Amrich—yang tak lain merupakan gabungan dari dua desainer asal India, yaitu Amit Vijaya dan Richard Pandav—memperlihatkan koleksi musim semi-panas 2017 terbarunya. Hampir semua busana wanita dirancang dalam nuansa yang santai, dengan pola, model, dan corak etnik. Dari rok, celana, hingga maxi dress atau tunik, semua koleksi menampilkan warna-warna bernuansa alami, seperti abu-abu, hitam, dan putih.  
     
    Amrich merupakan salah satu pendukung konsep fashion berkelanjutan (sustainable fashion). Dengan konsep ini, ia membuktikan bahwa penggunaan bahan alami dan memberdayakan perajin lokal dapat menghasilkan koleksi yang anggun.

    Brand internasional asal India berikutnya adalah Eka. Dalam bahasa Sanskerta, Eka artinya tunggal. Definisi ini merefleksikan bahwa inilah salah satu produk yang ditujukan hanya untuk kalangan perempuan. Dirancang secara teliti oleh desainernya, Rina Singh, koleksinya sangat terasa terilhami dari alam, orang, dan tempat.

    Berbahan dasar anyaman halus, produk ini sengaja diadopsi dari sistem kerajinan lokal di daerah pedesaan di India. “Bahkan untuk mendapatkan teknik menganyam bahan yang tepat, saya dan tim harus tinggal di daerah pedesaan selama kurang-lebih empat bulan, untuk mempelajari dan menerapkannya pada koleksi kami,” kata Rina dalam bincang santai bersama awak media di lokasi JFW, Minggu, 23 Oktober 2016.

    Dengan produk-produk fashion yang mengedepankan sisi alamiahnya, baik Rina maupun Richard optimistis bahwa produk mereka akan disukai pasar Indonesia. “Kami berharap, produk kami disukai masyarakat Indonesia karena memang berbahan alami sehingga nyaman dikenakan untuk jenis cuaca yang sama antara India dan Indonesia,” kata Richard yang juga hadir dalam acara bincang bersama media.

    D.A. CANDRANINGRUM

    Baca juga:
    JFW 2017 Jii dan Milcah: Inspirasi Kebebasan dan Kesegaran
    JFW 2017: Djarot Memungut, Jenahara Hilang Arah
    Pakai Kebaya Bikin Susah Bergerak, Salah Besar!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.