Desain Ruang Kerja yang Ideal untuk di Rumah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ruangan kerja. probisnis.net

    Ilustrasi ruangan kerja. probisnis.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu solusi menyelesaikan pekerjaan kantor yang tertunda adalah dengan mengerjakannya di rumah. Namun, bekerja di rumah memiliki tantangan yang berbeda dengan bekerja di kantor. Sebab suasana di rumah berbeda dengan di kantor, dan ini bisa mempengaruhi kinerja dan produktivitas. Jika Anda lebih sering bekerja di rumah, disarankan memiliki ruang kerja sendiri.

    Desainer interior Dimas Iman Suryono mengatakan, untuk membuat ruang kerja di rumah harus memperhatikan latar belakang profesi sang pekerja. Tujuannya, mengetahui kebutuhan fasilitas dan aktivitas pada area tersebut.

    Contoh, seorang desainer interior memerlukan meja yang lebih besar untuk menunjang pekerjaannya. Sebab, kerja desainer senantiasa menggunakan kertas gambar yang lebih besar untuk menggambar sebuah rancangannya. "Idealnya ruang kerja di rumah itu berdekatan dengan area privat untuk mendapatkan ketenangan dan fokus dalam menyelesaikan pekerjaannya," kata pemilik studio Imanoo tersebut, Jumat, 21 Oktober 2016.

    Soal luas ruangan, Dimas mengatakan dapat dirujuk dari kebutuhan si pemilik rumah. Sekali lagi bergantung pada latar belakang profesinya. Apabila menghitung besaran minimal, kebutuhan dasar ruang kerja adalah satu buah meja kerja, kursi kerja, kabinet penyimpanan, dan side table. "Itulah keperluan dasar untuk sebuah ruang kerja," tuturnya.

    Mengenai penerapan lay out kabinet atau lemari buku, biasanya diletakkan pada area yang mudah terjangkau. Area ini umumnya berada di belakang kursi kerja karena pemakaian kursi tersebut bisa diputar dan memiliki roda.

    Untuk urusan tempat kerja menghadap atau menyampingi jendela harus dilihat secara keseluruhan. Bila menghadap jendela, disarankan yang memiliki pemandangan bagus agar membuat pengguna menjadi lebih rileks. "Kalau berada di samping jendela, si pengguna tentu akan lebih fokus pada pekerjaannya. Intinya kedua-duanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing," ucapnya.

    Masih soal jendela, Dimas menuturkan dalam mendesain suatu ruang atau arsitektur lebih memiliki keuntungan jika jendelanya berukuran besar. Pasalnya, kita akan memiliki pemandangan luar ruang yang maksimal, serta yang penting yaitu pencahayaan alami akan masuk ke ruang lebih banyak.

    Benda lain yang juga tak boleh luput dalam ruang kerja ini adalah lampu kerja untuk memfokuskan penglihatan. Meski sudah ada lampu utama, tapi masih diperlukan lampu tersebut. Sebab lampu utama memiliki keterbatasan pencahayaan. Di situlah lampu meja itu bekerja.

    Masuk ke penggunaan warna ruangan, Dimas menyarankan untuk menggunakan warna-warna cerah. Misalnya, warna merah dan turunannya, bisa digunakan pada satu dinding atau suatu produk yang menjadi poin menariknya. Warna merah dapat memicu manusia untuk lebih bersemangat. "Kalau karpet merupakan produk tambahan dekorasi yang memiliki fungsi estetis. Jadi pada ruangan kerja boleh ditambahkan karpet agar lebih dinamis," ujarnya.

    Sedangkan jika hendak menaruh pajangan lebih baik yang bisa disematkan di dinding. Soalnya jika ditaruh di meja kerja dikhawatirkan bisa memecah konsentrasi pekerjaan. Kalau pun mau ditaruh di atas meja, pajangan itu bisa berupa aksesori yang tak terlalu besar serta warna yang tidak mencolok.

    Dimas mengingatkan, ruang kerja di rumah sebaiknya tertutup. Jika ingin terlihat besar atau multifungsi, bisa menggunakan folding door atau pintu penyekat yang ketika ditutup akan memiliki area privasi tersendiri. Sedangkan jika dibuka akan menjadikan ruang yang lebih besar dan terintegrasi dengan ruang lain.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    7 Inspirasi Gaya Rambut ke Kampus
    Yuk, Beli Baju Renang Keluarga di Vilebrequin
    Ladies, Jangan Sering Pakai Baju Dalam Berbahan Sutra


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.