5 Label Desainer Muda Gemblengan IFF tampil di JFW 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jakarta Fashion Week. Jakartafashionweek.co.id

    Jakarta Fashion Week. Jakartafashionweek.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Ekonomi Kreatif mengharapkan para desainer muda di bawah program Indonesia Fashion Forward (IFF) dapat memikat dan menembus pasar internasional. Program ini merupakan model inkubasi Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, British Council, dan Jakarta Fashion Week.

    “Berkembangnya potensi inovasi, kapasitas bisnis, serta keberanian para desainer mengedepankan label mereka sehingga mampu bersaing di pasar internasional, harus diakui merupakan buah binaan yang terasa manis bagi dunia fashion Indonesia,” kata Triawan Munaf, Ketua Badan Ekonomi Kreatif Indonesia.

    Dia mengatakan industri mode sebagai bagian dari ekonomi kreatif, memegang peranan yang semakin penting dalam perkembangan ekonomi Indonesia. Industri ini telah menjadi pencipta nilai tambah, pencipta lapangan pekerjaan, juga sebagai penyumbang devisa bagi negara.

    Hasil karya para desainer IFF generasi kelima akan ditampilkan dalam beberapa show yang berlangsung di Fashion Tent, Jakarta Fashion Week 2017, Senayan City.

    Desainer Rani Hatta merupakan lulusan Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo (LPTBSB) tahun 2012 sebagai salah satu siswa terbaik. Ia mendirikan label modest wear Rani Hatta pada tahun 2013, dan sejak saat itu menghadirkan pakaian ready-to-wear dengan desain minimalis dan modern.

    Paulina Katarina merupakan label busana wanita asal Bali yang diluncurkan pada tahun 2012. Duo desainer kakak beradik Surya Paulina Kuhn dan Ratna Katarina Kuhn menghadirkan busana dengan desain feminin dan potongan kasual yang pas untuk acara semi formal ataupun santai.

    Sementara itu, sejak diluncurkan pada tahun 2013, Bateeq berinovasi dengan kain batik dan memberikan perhatian khusus pada permainan warna dan motif. Bateeq juga memadukan warisan budaya Indonesia yang kaya dengan gaya modern serta tren mode saat ini.

    Day and Night merupakan label fashion lokal yang didirikan oleh Yelly Lumentu pada tahun 2012. Label busana wanita ini berfokus kepada desain yang sederhana dan wearable, namun diberi tambahan detail yang unik, contohnya penggunaan teknik puzzle.

    Byo merupakan label aksesori yang berfokus kepada estetika. Tommy Ambiyo Tedji sebagai desainer Byo mengeksplorasi bahan, bentuk, dan konsep dalam menciptakan tas dan clutch dengan sentuhan futuristis. Pada 2015, Byo memenangkan penghargaan CLEO Fashion Awards untuk kategori Most Promising Accessories Brand.

    Hingga saat ini, tak kurang dari 40 label dan desainer yang telah terpilih masuk program IFF. Label-label dan para desainer ini antara lain Major Minor, Tex Saverio, Yosafat Dwi Kurniawan, Dian Pelangi, Albert Yanuar, Patrick Owen, Toton, Peggy Hartanto, Jii by Gloria Agatha, Billy Tjong, Norma Hauri, I.K.Y.K, dan Jenahara.

    BISNIS

    Baca juga:
    Bersihkan Noda dan Kotoran Tas Sendiri
    Pakai Kebaya Bikin Susah Bergerak, Salah Besar!
    Ladies, Jangan Sering Pakai Baju Dalam Berbahan Sutra


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.