Ladies, Jangan Sering Pakai Baju Dalam Berbahan Sutra

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampilan Irina Shayk mengenakan lingerie terbaru koleksi La Clover's  fall-winter 2015 dalam sesi pemotretan.  Dailymail.co.uk/La Clover

    Penampilan Irina Shayk mengenakan lingerie terbaru koleksi La Clover's fall-winter 2015 dalam sesi pemotretan. Dailymail.co.uk/La Clover

    TEMPO.COJakarta - Kain sutra dikenal dengan kain yang terbaik di antara kain lainnya. Namun, jika digunakan untuk lingerie atau pakaian dalam, dapat menimbulkan efek samping pada kesehatan organ intim Anda. 

    Meski kain sutra terkesan mewah, kain terbaik untuk vagina Anda adalah kain katun polos. “Kain katun biasanya tidak menimbulkan iritasi pada kulit,” kata dermatology Raquel Dardik. “Kulit luar di sekitar vagina seperti kulit lainnya, tapi sedikit lebih sensitif. Jika ada bahan yang dapat membuat iritasi kulit normal Anda, kemungkinan area tersebut juga akan mengalami sedikit peradangan.” 

    Kain katun dikenal sebagai salah satu jenis kain yang dapat menyerap keringat dan udara, sehingga baik untuk kulit dan juga untuk vagina Anda. “Kebanyakan kain sintetis seperti sutra are not that breathable,” ujar Dardik. 

    Bagi Anda yang memiliki kulit sensitif dan infeksi jamur, sebaiknya pilih bahan yang paling dapat menyerap keringat. Ini karena jamur dapat berkembang subur saat udara lembap. Kelembapan yang terjebak pada pakaian dalam berbahan sutra dapat menyebabkan infeksi.

    “Tentu, jika Anda termasuk yang tidak pernah mengalami iritasi dan infeksi vagina, Anda dapat memakai pakaian dalam dari bahan apa pun yang diinginkan,” tutur Dardik. Namun, jika Anda rentan mengalami masalah pada vagina, pilihlah pakaian dalam dari bahan katun atau setidaknya yang terdapat lapisan katun di dalamnya. 

    REFINERY29 | NIA PRATIWI

    Baca juga:
    Trik Mix and Match Sepatu Favorit
    Batik Slobog, Kain Penutup Jenazah Kini Jadi Batik Gaul
    Anda Masih Melajang? Ini Kata Zodiak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.