Inspirasi Menghadapi Anak Disleksia dari Film Wonderful Life  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • www.i-dyslexia.org

    www.i-dyslexia.org

    TEMPO.COJakarta - Inspirasi mengasuh anak bisa datang dari mana saja. Bisa berkonsultasi dengan psikolog keluarga, ibu atau ayah, teman, bahkan film sekalipun. Jika Anda ingin mencari penyegaran sekaligus mendapat inspirasi mengasuh anak, mulai 13 Oktober 2016, di sejumlah bioskop telah ditayangkan film Wonderful Life.

    Ya dan Tidak untuk Penderita Hipertensi

    Film ini mengangkat kisah nyata Amalia Prabowo yang dituliskan dalam sebuah novel berjudul sama: Wonderful Life. Amalia merupakan ibu satu anak, Aqil, yang mengalami disleksia atau gangguan membaca dan menulis.

    Amalia menuturkan, ide menuangkan kisahnya dalam sebuah novel berawal dari pertemuannya dengan produser Handoko Hendroyono. Kala itu, Handoko tertarik pada perjuangan Amalia dan Aqil, setelah melihat foto lukisan Aqil di media sosial. Handoko lantas mengajak Amalia untuk menuliskan kisahnya. 

    "Setelah melihat, kemudian minta dikenalkan. Lalu kami berdiskusi untuk membuat buku dan akhirnya ke film," kata Amalia dalam diskusi film Wonderful Life di mal Kota Kasablanka, Selasa, 18 Oktober 2016. Amalia menuliskan kisahnya dalam novel selama enam bulan. Novel ini kemudian diluncurkan pada Mei 2015. Adapun filmnya, yang disutradarai Agus Makkie, membutuhkan pengerjaan selama delapan bulan.

    Handoko Hendroyono mengatakan film ini membawa pesan kepada orang tua tentang pola pengasuhan anak. Sebuah kalimat "setiap anak dilahirkan sempurna" menjadi penutup yang manis dalam film tersebut. "Film ini menjadi edukasi tentang pengasuhan anak. Saatnya pendidikan mulai berbasis potensi, bukan terus mencari kekurangan," ujarnya.

    Dalam film yang telah disaksikan lebih dari 30 ribu pasang mata ini, Amalia berusaha mencari penyembuh untuk Aqil. Perjalanan yang ditempuh membuat keduanya banyak menghadapi kondisi yang tidak terduga, dari konflik batin, trauma, sampai ujian atas statusnya sebagai ibu.

    Awalnya Amalia mengira dapat mengatasi semuanya. Perlahan dia menyadari tidak punya kontrol atas dunia Aqil. Dunia, menurut Aqil, adalah sesuatu yang berwarna-warni dan kaya akan hal-hal menarik, di mana segala hal dapat terjadi. Amalia terpaksa melepaskan seluruh kekakuan dalam dirinya. Lalu tiba pada suatu titik ketika Amalia harus berhadapan dengan sebuah kemungkinan bahwa dia akan kehilangan Aqil untuk selamanya.

    Dalam Festival Film Indonesia 2016, film ini masuk tiga nominasi, yakni nominasi Pemeran Anak Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik, dan Penata Efek Visual Terbaik.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    Stres, Coba Rehat dengan Menggambar dan Mewarnai
    Curhat Mak Comblang tentang Perjodohan Kaum Eksekutif
    Permen Karet Menempel di Baju, Atasi dengan 7 Trik Berikut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.