Kriteria Memilih Sekolah untuk Anak Usia Dini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak melihat gambar ilustrasi yang ditempel di dinding sekolahnya di Allahabad, India, 9 April 2015. Pendidikan di India saat ini menggunakan pola dan substansi yang di adobsi dari Negara barat, pertama kali di perkenalkan oleh Negara Inggris pada abad ke-19. AP/Rajesh Kumar Singh

    Seorang anak melihat gambar ilustrasi yang ditempel di dinding sekolahnya di Allahabad, India, 9 April 2015. Pendidikan di India saat ini menggunakan pola dan substansi yang di adobsi dari Negara barat, pertama kali di perkenalkan oleh Negara Inggris pada abad ke-19. AP/Rajesh Kumar Singh

    TEMPO.COJakarta - Bagi Anda yang benar-benar ingin memasukkan anak ke sekolah usia dini, berikut ini beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk semakin menajamkan pilihan Anda.

    1. Lihat langsung
    Tidak ada cara terbaik selain melihat langsung. Perhatikan bagaimana para pendidik atau pembimbing berinteraksi dengan anak-anak. Idealnya, mereka sama duduk di lantai dengan anak ketika sedang berinteraksi. Cara ini membuat anak-anak merasa diperhatikan penuh dan disayangi.

    2. Tanyakan komitmen mereka
    Anak-anak butuh perlakuan yang konsisten dan sesuai peraturan. Tanyakan komitmen mereka sebagai pembimbing berdasarkan pengalaman yang sudah mereka lewati. Paling tidak, jika pembimbing telah menjalankan profesinya selama setahun penuh tanpa ada masalah berarti, dia sudah cukup layak.

    3. Periksa kebijakan yang berlaku
    Di setiap sekolah usia dini, ditawarkan berbagai kebijakan yang diterapkan. Periksa apakah semuanya berjalan sesuai apa yang dijanjikan. Misalnya, kualitas camilan makan siang yang diberikan dan apakah fasilitas multimedia benar digunakan dengan tepat. 

    4. Lakukan kunjungan mendadak
    Jangan membuat janji dengan penyelenggara. Datanglah tiba-tiba pada hari sekolah. Anda akan mendapati gambaran yang lebih nyata tentang apa yang terjadi sehari-hari di sekolah tersebut.

    5. Aktiflah berbicara dan bertanya
    Jika anak Anda masih belum bisa atau lancar berbicara, keaktifan orang tua sangat dibutuhkan. Jangan mau menerima begitu saja apa penjelasan dari pembimbing tentang anak Anda. Bersikap kritislah ketika bertanya agar mendapat informasi sedetail mungkin.

    6. Jangan ragu mengajak penyelenggara berdiskusi
    Lewat diskusi yang aktif, Anda akan mengetahui bagaimana prinsip-prinsip pengasuhan dan pembimbingan yang dianut penyelenggara. Misalnya, bagaimana cara mereka menghadapi dan menyelesaikan konflik yang mungkin terjadi antara anak atau menangani anak yang bermasalah.

    7. Percayai perasaan Anda
    Ketika Anda merasakan sesuatu yang tidak membuat nyaman, sebagus apa pun promosi yang mereka tawarkan, pertimbangkan lagi.

    8. Tidak perlu mengikat diri
    Hubungan orang tua dan penyelenggara sekolah usia dini bukanlah ikatan pernikahan. Jadi tidak perlu merasa terikat. Selalu terbukalah dengan pilihan lain yang lebih baik untuk anak Anda. Yang penting, buatlah keputusan apa pun dengan kepala dingin.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    5 Tahun Mengidap Diabetes, Segeralah Periksa Mata
    Menikmati Lezatnya Shiratama Parfait di Shirokuma
    Mau Ngopi Berasa Rempah, Tempatnya di KopiRock


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.