Curhat Mak Comblang tentang Perjodohan Kaum Eksekutif

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Violet Lim, pendiri situs pencari jodoh Lunch Actually di Jakarta. (Kredit: Istimewa)

    Violet Lim, pendiri situs pencari jodoh Lunch Actually di Jakarta. (Kredit: Istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mencari jodoh itu gampang-gampang susah atau susah-susah gampang. Ada yang gesit mencari jodoh tapi belum juga mendapatkan pasangan, namun ada pula yang iseng lantas kebetulan mendapatkan orang yang cocok di hatinya.

    Cyber Bullying dan Etika di Dunia Maya

    Pendiri biro jodoh Lunch Actually, Violet Lim mengatakan mereka yang belum juga mendapatkan pasangan bisa jadi disebabkan kurangnya pengetahuan dalam mencari belahan jiwa. “Sebagai konsultan, kami akan melihat kriteria yang ditetapkan klien dan memberi saran terbaik,” kata Violet dalam wawancara dengan Tempo di Jakarta, Rabu 19 Oktober 2016.

    Sebagian besar klien Lunch Actually adalah para eksekutif yang sibuk bekerja. Violet menjelaskan, saking keasyikan bekerja, terkadang mereka lupa telah mencapai usia tertentu dan ada tuntutan dari keluarga besar agar segera menikah. Berikut ini petikan wawancara dengan Violet yang sesekali diselingi gelak tawa perempuan ramah itu:

    Bagaimana Lunch Actually memberikan jasa konsultasi atau menjadi biro jodoh bagi para eksekutif muda?
    Lunch Actually adalah biro jodoh yang mengkombinasikan cara online dan offline. Awalnya para lajang mendaftar secara online lalu membuat janji dengan konsultan kamu untuk melakukan sesi wawancara. Saat itu, mereka diminta menentukan kriteria pasangan yang diinginkan. Kesempatan ini juga digunakan para konsultan untuk lebih mengenali klien mereka, terutama tentang kepribadiannya.

    Misalnya, klien A sudah menentukan kriteria pasangannya adalah lelaki berusia 35 tahun yang bekerja sebagai dokter. Lantas konsultan akan menanyakan kenapa dia memilih lelaki di usia itu dan alasan profesi dokter sebagai tolok ukur. Jika kestabilan ekonomi menjadi pertimbangan utama, maka kami akan memberikan opsi profesi lainnya yang juga memiliki kehidupan ekonomi stabil seperti dokter. Tapi apapun pertanyaan dan saran konsultan, keputusan tetap ada di tangan klien. Yang jelas, konsultan akan selalu terbuka dan berusaha memberikan saran yang terbaik.

    Konsultan akan mencari dan memilihkan pasangan bukan berdasarkan kondisi fisik mereka, tapi juga menilai kepribadian dan value. Contoh, jika klien A memiliki sikap family oriented, maka ia tidak akan cocok dengan si B yang lebih suka menyendiri. Apabila sudah menemukan pasangan yang pas, konsultan akan menghubungi masing-masing klien. Konsultan akan mempersiapkan kencan buta di sebuah restoran untuk mereka.

    Karena ini blind date, bagaimana mereka bisa bertemu dan mengenali satu sama lain?
    Kami akan mengurus semuanya, mulai dari waktu hingga reservasi tempat pertemuan. Yang perlu mereka lakukan adalah datang ke lokasi lalu duduk di kursi yang telah dipesan atas namanya. Selama proses kencan terjadi, konsultan tidak akan ada di tempat. Setelah bertemu, keduanya wajib memberikan feedback kepada konsultan sehingga mereka tahu apakah kliennya sudah merasa puas atau belum.

    Bagaimana jika A dan B berkencan. A menyukai B, tapi B tidak menyukai A?
    Ketika mereka bertemu, mereka tidak memiliki kontak satu sama lain. Ketika berkencan mereka bisa membicarakan apapaun termasuk berbagi kontak. Mereka sendiri yang memutuskan untuk berbagi kontak atau tidak.

    Jika misalnya A lupa menanyakan kontak B, A boleh memintanya kepada konsultan. Namun konsultan tidak akan lagsung memberikannya. Konsulkan akan meminta izin B apakah konsultan boleh memberikan kontaknya atau tidak.

    Baik A maupun B punya kesempatan untuk melakukan kencan kedua dengan orang yang baru jika mereka menginginkannya. Adapun kesempatan untuk melakukan kencan tergantung paket yang klien pilih. Ada paket 3, 5, dan 10 kali kencan.

    Berapa persen tingkat keberhasilannya?
    Ingat, ini tingkat keberhasilan kencan, bukan menikah. Kami bukan biro pernikahan karena menuju penikahan itu membutuhkan jalan panjang. Dalam skala waktu 1-10 tahun, Lunch Actually sudah berhasil mengatut 80 ribu kencan. Sebanyak 85 persen klien merasa puas.

    Siapa klien Anda?
    Sebagian besar adalah profesional. Mereka bahkan bekerja hingga 12 jam sehari. Di dunia perjodohan, terjadi gender imbalance . Para wanita ingin kencan offline sementara para pria lebih senang kencan secara online.

    Apa saran Anda untuk mereka yang sedang mencari jodoh?
    Kencan itu berhubungan dengan angka. Jika Anda bisa bertemu orang baru 10 kali dalam satu bulan, maka kesempatan untuk berkencan pun semakin besar, bukan? Anda tidak perlu ikut biro jodoh atau kalau pun ikut, Anda bisa memilih yang manapun yang Anda suka. Yang penting berusahalah untuk bertemu orang baru.

    Jodoh juga harus dikejar, jangan hanya menunggu. Mungkin orang lain bisa diam saja lantas mendapatkan pasangan, tapi itu belum tentu terjadi pada Anda. Jadi mulai sekarang, betemulah dengan orang baru sebanyak-banyaknya.

    DINI TEJA

    Berita lainnya:
    3 Alasan Kamu Harus Berhenti Memencet Jerawat
    Memahami Penyakit Lyme yang Menyerang Bella Hadid

    Jagalah Hubungan dengan Teman Kerja, Maka Anda Akan Sehat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.