Mau Ngopi Berasa Rempah, Tempatnya di KopiRock

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menu Arabika Bali di Kopirock. John Arif

    Menu Arabika Bali di Kopirock. John Arif

    TEMPO.CO, Bekasi - Ada pengalaman menarik yang terjadi pada Rabu sore, 12 Oktober 2016. Ya, di teras Warung Kopi KopiRock Indonesia, Ruko Palais de Paris, Jalan Boulevard, Kota Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi, John Arif, pemilik kafe ini, menyodorkan kopi Bali yang dicampur dengan racikan rempah.

    Minumlah Sebelum Haus

    “Saya jamin aman, maag Anda tak akan terganggu,” kata John Arif, meyakinkan. Saya, yang mengidap gangguan maag dan dalam setahun tak berani minum kopi, awalnya gamang. Tapi kemudian saya mencoba menyeruput sedikit demi sedikit, sampai setengah gelas. Alhamdulillah, maag saya tidak bergejolak.

    Kopi dengan campuran racikan rempah-rempah ini memang khas Warung Kopi KopiRock Indonesia. John Arif menceritakan pergulatannya dengan kopi dimulai pada 1999 ketika ia berkunjung ke Spanyol dan pada 2010 ke Jerman. Di Eropa itu, John sering meminum kopi yang disajikan oleh orang lokal. Kopi-kopi yang disajikan itu, menurut dia, produk bermutu dan disajikan dengan benar.

    Dari situ, terbetiklah dalam pikirannya untuk juga bisa menyajikan kopi yang baik dan benar di Indonesia. “Mengapa Indonesia yang kaya dengan kopi tak mampu menyajikan kopi yang baik dan benar?” kata John.

    Untuk sementara, kopi-kopi yang tersedia di KopiRock adalah kopi Bali, kopi Lampung, dan Kopi Malang. “Kopi-kopi tersebut dipilih karena kemudahan aksesnya sekarang,” kata John Arif.

    Seperti kopi Bali, misalnya, ia memilihnya karena kakaknya menjadi direktur sebuah kafe internasional di Bali. Kopi-kopi tersebut di KopiRock bisa dinikmati dalam bentuk kopi tubruk maupun saringan, dan berbagai varian kopi yang bisa disajikan di kafe seperti dalam bentuk espresso atau dicampur susu.

    Soal racikan rempah sendiri memiliki cerita panjang. Lahir dari keluarga yang bergerak di bidang kuliner, John mengenal rempah-rempah sejak kecil. Neneknya seorang penyuplai bahan jamu di Kota Malang, sehingga sejak kecil dia sudah biasa meminum minuman tradisional dari jahe atau kencur.

    Setelah banyak belajar dari keluarganya, John mencoba menemukan resepnya sendiri. Utamanya, dia memilih tujuh jenis rempah yang berfungsi untuk kesehatan. Bahan rempah itu diambil dari daun-daun tertentu, akar-akaran, dan kulit kayu. Bahan-bahan itu dibeli di pasar tradisional di Cikarang. Sekali membeli bahan, dia bisa memborong 25 kilogram. Jumlah itu setelah dikeringkan bisa dipakai untuk stok bahan selama tiga bulan.

    Sebelum dijual secara komersial, John membutuhkan sosialisasi selama tiga tahun ke banyak komunitas. Semua diberikan secara gratis. Proses uji coba bukannya tanpa kendala. Banyak yang mencibir kopinya sebagai jamu. Tapi, setelah meminum kopi ala KopiRock, mereka baru merasakan enak dan khasiatnya. Ada juga yang mencoba mencari-cari tahu resep racikan rempah dengan cara menyogok.

    Dalam sosialisasinya, John, yang juga seorang penari dan pemusik, banyak memanfaatkan komunitas musikusnya. Nama-nama seperti Silvia Sartje, Dewa Budjana, dan Roy Jeconiah, menurut pengakuan John, pernah mencicipi kopinya. Setelah sosialisasi dan mendapat tanggapan positif dari publik, barulah pada 2012 dia berani menyatakan resepnya siap dijual.

    Soal cara menyeduh kopinya, John memilih cara tradisional. Setelah kopi yang sudah dicampur racikan rempah diletakkan di gelas, air yang bersuhu standar untuk peracikan dituang sedikit. Ditunggu beberapa detik sampai gasnya keluar, barulah air dipenuhi sesuai dengan takaran gelas. Hasilnya adalah sebuah gelas berisi kopi berwarna cokelat matang dengan krim dan ampas kopi yang menggumpal di permukaan.

    Tentu sebagai kafe pada umumnya, Warung KopiRock Indonesia tak hanya menyajikan kopi dengan racikan rempah. Kopi saring yang disajikan dalam bentuk espresso maupun campuran susu juga disediakan. Makanan agak berat berupa gado-gado siram dan cwi mie pun ada. Bagi pengunjung yang suka bermain musik, kafe ini dilengkapi piano, gitar akustik, dan seperangkat alat band yang bebas dimainkan. Tak diduga bahwa, di Kabupaten Bekasi yang sering diledek di media sosial ini, ada kafe yang unik, inovatif, dan musikal.

    KELIK M. NUGROHO

    Berita lainnya:
    Hati-hati Makan Telur, Kerang, dan Kacang!
    Penjelasan tentang Vaping Vs Rokok Konvensional
    Terobosan Baru Alat Pacu Jantung Mini Kinerja Maksi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.