3 Alasan Kamu Harus Berhenti Memencet Jerawat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jerawat/komedo. Shutterstock.com

    Ilustrasi jerawat/komedo. Shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Meski Anda mengakui memencet jerawat adalah hal yang sangat kotor, kebiasaan itu bisa menjadi sangat memuaskan rasa gatal yang dirasakan. Seperti kebiasaan menggigit kuku, Anda pun sulit menghentikannya.

    Lajang Menurut Zodiak

    Mulailah dengan mengingat alasan bahwa memencet jerawat di wajah dapat berakibat buruk. Ada tiga alasan besar agar Anda tidak memencet jerawat lagi.

    Kotor
    Menyentuh jerawat berisiko jerawat dapat menyebar ke bagian lain wajah Anda. Belum lagi ditambah dengan keropeng dan darah yang keluar.

    Merusak kulit
    Memencet jerawat dapat menyebabkan iritasi dan menimbulkan bekas luka. Selain itu, dapat memperburuk jerawat.

    Buruk bagi kesehatan
    Memencet jerawat dengan tangan kotor dapat membuat Anda rentan terhadap penyakit dan infeksi.

    Jika alasan tersebut belum cukup ampuh menghentikan kebiasaan memencet jerawat, mintalah bantuan teman. Mereka akan menjadi pengingat jika Anda mulai menunjukkan gerakan memencet jerawat.

    Perhatikan juga apa yang menyebabkan Anda tergoda menyentuh jerawat. Lalu alihkan perhatian Anda agar tidak melakukan hal tersebut. Ini juga dapat mengurangi godaan agar tidak memencet jerawat.

    Sangat penting menyadari bahwa memencet jerawat pada wajah dapat menimbulkan masalah yang lebih besar. Jika Anda melakukannya secara kompulsif, dapat disebut dermatillomania dan dapat menjadi tanda kecemasan. Segera temui dokter jika kebiasaan Anda ini mulai terasa berlebihan.

    SHEFINDS | NIA PRATIWI

    Baca juga:
    9 Bentuk Sisir dan Cara Pemakaiannya
    5 Resep Masker Alami untuk Rambut Indah
    Trik Mengatasi Kulit Kering dengan Pepaya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.