Mengenal Pola Asuh ala Pangeran William-Kate Middleton

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran William , Kate Middleton bermain gelembung udara bersama pangeran George, sementara adiknya Putri Charlotte asyik dengan balon-balon sebuah pesta untuk anak-anak di Government House di Victoria, British Columbia, Kanada, 29 September

    Pangeran William , Kate Middleton bermain gelembung udara bersama pangeran George, sementara adiknya Putri Charlotte asyik dengan balon-balon sebuah pesta untuk anak-anak di Government House di Victoria, British Columbia, Kanada, 29 September

    TEMPO.CO, Jakarta - Seluk-beluk keluarga kerajaan Inggris selalu menarik. Tak terkecuali tentang pola asuh Pangeran William (34) dan Kate Middleton (34) pada dua balita mereka, Pangeran George (3) dan Putri Charlotte (1,5). Pasangan bergelar Duke dan Duchess of Cambridge ini menjadi sorotan dalam kunjungan kenegaraan ke Kanada bersama dua anak mereka.

    Ritual 360 Sebelum Berkendara

    Darren McGrady, mantan juru masak Istana Kensington, tempat tinggal pasangan ini, mengatakan, anak-anak keluarga kerajaan kini menerima pengasuhan yang semakin “normal”. Pangeran William dan Kate Middleton lebih sering mengasuh sendiri anak-anak mereka. Sedangkan Ratu Elizabeth dulu sangat jarang bertemu Pangeran Charles (kecil). "Karena dia (Pangeran Charles) selalu diletakkan di kamar bayi,” kata McGrady.

    Pangeran William dan Kate Middleton memiliki ciri khusus dalam pola asuh mereka, yakni menerapkan teknik active listening atau mendengarkan secara aktif. Baik Pangeran William dan Kate Middleton selalu bicara dengan Pangerang George dengan posisi jongkok, untuk menyamakan tinggi mereka dengan si kecil. Teknik ini konon tidak disukai Ratu Elizabeth II. Ratu pernah memarahi Pangeran William dan memintanya berdiri, saat ia berjongkok dengan putranya saat menyaksikan iring-iringan pawai di balkon Istana Buckingham.

    Namun demikian, para pakar pengasuhan anak memuji cara pengasuhan Pangeran William dan Kate Middleton. Active listening disebut cara yang efektif untuk berkomunikasi dengan anak. Metode ini memungkinkan orang tua dan anak bicara dengan saling menatap mata dan membuat anak merasa didengarkan pendapatnya.

    Active listening merupakan cara yang paling baik untuk menyampaikan pesan kepada anak, 'Kau sangat penting bagiku,’” urai Gill Connell, pakar tumbuh kembang anak dan penulis buku A Moving Child is a Learning Child dari Selandia Baru. “Ini cara yang ampuh untuk meningkatkan kepercayaan diri anak juga mendorong mereka untuk lebih banyak berkomunikasi."

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Pangeran George Dinobatkan Menjadi Ikon Mode
    Terobosan Baru Alat Pacu Jantung Mini Kinerja Maksi
    Orang Tua Berpendidikan Lebih Banyak Waktu Bersama Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.