Ladies, Hindari Kesalahan Berikut Ini Kala Mencuci Muka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cuci muka. huffingtonpost.com

    Ilustrasi cuci muka. huffingtonpost.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Merawat kesehatan dan kebersihan kulit wajah wajib dilakukan setiap orang. Setiap hari, sebelum dan sesudah beraktivitas, biasanya kita membersihkan wajah.

    Namun, sering kali tanpa disadari, kulit wajah masih juga bermasalah meskipun sudah dibersihkan secara rutin. Berikut ini empat kesalahan yang harus dihindari saat mencuci wajah, sebagaimana dilansir laman Health.

    *Terlalu sering
    Membersihkan wajah sebaiknya paling banyak dua kali sehari. Waktu yang tepat membersihkan wajah adalah pada pagi hari setelah bangun tidur dan sebelum tidur di malam hari. Tidak ada salahnya membersihkan wajah dengan air lebih dari dua kali, tapi untuk penggunaan sabun pembersih tidak boleh melebihi batas yang dianjurkan, yaitu dua kali sehari, karena akan menyebabkan kulit menjadi kering.

    *Menggosok terlalu keras
    Hindari menggosok kulit wajah terlalu keras. Cukup dua menit untuk menggosok wajah sebelum membilas sabun dengan air. Kalau gosokan terlalu keras, hal itu akan merusak lapisan kulit paling luar.

    *Salah pakai pembersih
    Pilih pembersih yang sesuai dengan kebutuhan kulit. Jika memiliki kulit yang sensitif, gunakan cleanser, bukan sabun dengan scrub.

    *Handuk yang kurang bersih
    Tanpa disadari, memakai handuk atau lap kotor hanya akan memindahkan bakteri ke wajah. Jangan lupa ganti handuk wajah sehari setelah digunakan. Bila tidak ada, gunakan tisu wajah dengan menempelkannya, bukan memoleskannya ke wajah karena bisa membuat kulit wajah terkelupas.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Vitamin yang Dibutuhkan Wanita Berdasarkan Usia
    Lagi, Ilmuwan Ingatkan Kaitan Garam dan Kematian
    Penjelasan tentang Vaping Vs Rokok Konvensional



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.