Jurus Menjalin Kebersamaan Keluarga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keluarga bahagia/harmonis. Suami mencium istri. Shutterstock.com

    Ilustrasi keluarga bahagia/harmonis. Suami mencium istri. Shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Akhir pekan menjadi momentum untuk menjalin kebersamaan antara orang tua dan anak-anak. Padahal membangun hubungan atau kedekatan keluarga semestinya diperkuat setiap hari agar selalu harmonis. 

    Kurangnya kedekatan antara orang tua dan anak dapat menghasilkan fenomena alone together alias asyik dengan kesibukan masing-masing walau secara fisik dekat satu sama lain. Untuk mencegahnya, ikuti beberapa tip berikut ini.

    1. Menjadi pendengar yang baik
    Selelah apa pun Anda sepulang kerja, sempatkanlah mendengarkan cerita si kecil mengenai aktivitasnya hari ini. Jadilah pendengar yang baik, hindari memotong ucapan anak, atau banyak melontarkan komentar yang terkesan menggurui. 

    “Hindari terlalu banyak berkomentar yang membuat anak merasa dimarahi, karena akan membuat anak enggan curhat kepada orang tua. Jika ini terjadi, anak akan lebih nyaman curhat kepada teman-temannya,” tutur psikolog anak, Efnie Indiranie, MPsi.

    2. Memasak bersama
    Di usia balita, tumbuh-kembang anak banyak terfokus pada aktivitas oral, yakni mengunyah dan menggigit. Itu sebabnya anak gemar memasukkan benda-benda ke dalam mulut. Untuk membantu perkembangan kemampuan oral si kecil, buatlah makanan favoritnya untuk ngemil sambil bermain. 

    Jika anak sudah mulai besar, ajak si kecil untuk membantu Anda memasak makanan kesukaannya. Tak hanya akan membuat si kecil lebih bersemangat menyantap makanan buatannya sendiri, kreativitas anak pun akan semakin terasah.

    3. Manfaatkan kreativitas
    Belajar tak hanya dapat dilakukan di sekolah. Anda juga dapat mengajak si kecil belajar bersama sambil bermain. Berkreasi sambil mencoba eksperimen ilmiah sederhana juga dapat menjadi aktivitas seru bersama keluarga. Contohnya, membuat roket sederhana dari botol plastik dan air soda, atau merakit kapal-kapalan. Tak perlu jadi ahli sains untuk melakukannya, karena saat ini telah banyak beredar buku eksperimen sains bagi anak-anak.

    4. Berlibur di rumah
    Waktu berkualitas bersama keluarga tak selalu menguras dompet. Ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan bersama keluarga tanpa harus keluar rumah. Movie marathon dengan cara nonton DVD di rumah (sambil ditemani semangkuk popcorn buatan sendiri, yummy!) atau berkemah di halaman belakang, bisa jadi kegiatan yang mengasyikkan.

    5. Menjadi sahabat bagi anak
    Amat penting untuk menjadi kebersamaan keluarga di tahapan 12 tahun pertama di hidup anak, karena dapat membantu anak tumbuh sebagai pribadi dewasa yang penuh kasih sayang. 

    “Anak yang kurang dekat dengan orang tuanya akan tumbuh menjadi sosok yang selalu mencoba mencari perhatian dari orang lain dan cenderung posesif pada pasangan. Hal ini terjadi karena dia kurang perhatian dari keluarga,” kata Efnie.

    Salah satu ciri anak yang kurang kasih sayang dari orang tua ialah saat anak merasa bebas dan merdeka saat orang tua tidak di rumah. Di situlah semestinya orang tua mulai memperbaiki kebersamaan dengan anak-anak, dimulai dari menggunakan bahasa yang baik dan menjadi sahabat bagi anak.

    “Saat anak menelepon hanya untuk menanyakan kapan Anda pulang kerja dan mengungkapkan kerinduannya, itu menjadi salah satu indikator kesuksesan orang tua dalam menjalin kebersamaan dengan anak,” ucap Efnie.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Hati-hati Makan Telur, Kerang, dan Kacang!
    Orang Tua Berpendidikan Lebih Banyak Waktu Bersama Anak
    Dari Mana Anak Belajar Berempati? Dari Anda, Orang Tuanya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.