Mau Anak Pintar? Perbanyak Waktu Tidurnya, Moms...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak tidur/mimpi buruk. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak tidur/mimpi buruk. Shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Tes kecerdasan merupakan alat ukur valid untuk menilai kecerdasan. Namun aspek kepribadian anak juga menentukan ketekunan dan kegigihan anak dalam menghadapi kesulitan. Tidur yang cukup diperlukan agar optimal di sekolah. Dengan tidur yang cukup, anak mempunyai konsentrasi belajar tinggi, daya ingat yang lebih baik, dan emosi stabil.

    Sebuah penelitian dari Auburn University, yang dipublikasikan dalam Journal of Sleep Research, menunjukkan pentingnya tidur terkait dengan kecerdasan dan prestasi. Dengan mengambil sampel dari 282 siswa kelas IV dan V, responden terbagi dua kategori, yakni yang mengalami gangguan tidur atau sedikit tidur dan yang mempunyai waktu tidur cukup. Kedua kelompok dipantau dengan actigraphs pada pergelangan tangan selama satu minggu dan diberi tes kecerdasan. 

    Hasilnya cukup signifikan. Anak mempunyai kecerdasan dan prestasi yang lebih tinggi jika mereka tidur dengan baik dan cukup. Durasi tidur cukup dan kualitasnya baik mempengaruhi kehidupan anak.

    Selama liburan sekolah, tanpa harus bangun terlalu pagi, orang tua dapat mengukur durasi tidur anak. Hal ini sebagai tolak ukur lama tidur anak ketika mereka masuk sekolah. 

    Penelitian tersebut menunjukkan pentingnya jadwal tidur yang teratur dalam meningkatkan prestasi akademik dan perkembangan emosional yang optimal. Waktu libur anak mempunyai fleksibilitas untuk tidur dan bangun. Mempertahankan jadwal tidur yang teratur memudahkan anak mengalami masa transisi ke rutinitas sekolah.

    PSYCHOLOGY TODAY | DINA ANDRIANI

    Baca juga:
    Mendongeng Penting buat Perkembangan Psikologi Anak
    Ayah Lawan Main yang Menyenangkan untuk Anak
    Terapi Berkuda bagi Anak Autisme


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.