Ngebir Santai di Camden Bar Cikini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Camden Bar Cikini. instagram.com

    Camden Bar Cikini. instagram.com

    TEMPO.COJakarta - Keputusan pemerintah melarang penjualan bir di minimarket membawa konsekuensi teruk bagi pencintanya: banyak bar yang kian sumpek lantaran dijejali pengunjung. Alhasil, kegiatan nongkrong ada kalanya tak seasyik dulu. Namun ini tak berlaku di Camden Bar Cikini, Jakarta Pusat. Datang pada peak hour, pukul 20.00, pun kita masih punya banyak pilihan meja dan tempat duduk.

    Sebagai pendatang di kawasan Cikini yang kaya akan kedai kopi, tak banyak kejutan yang ditawarkan Camden, yang berarti "rumah yang dikelilingi pepohonan". Alih-alih menawarkan konsep baru, bar ini menyontek nyaris total gaya Camden Bar lain, termasuk "si sulung" yang berlokasi di Bandung. "Memang konsep keduanya sengaja dibuat sama karena satu manajemen," kata bos Camden Bar, Race.

    Lihat saja interior dan perabotnya yang sama-sama mengusung gaya bar Britania Raya. Tampilannya pun sebelas-dua belas. Bendera Inggris, kursi-kursi kayu, tanaman hijau yang berdesakan menutupi tembok area luar ruangan, dan cahaya lampu temaram, yang menemani kita ngebir di Camden Bar Gandaria, juga hadir di Cikini.

    Namun ada satu keunggulan Camden Bar Cikini dibanding pendahulunya: tempat yang lapang. Tak heran Camden Bar Cikini bisa membuat kegiatan leha-leha sembari ngebir menjadi lebih nyaman.

    Coba saja nongkrong di luar ruangan yang mirip dengan taman hijau, seperti yang kami lakukan malam itu. Menikmati sebotol Kilkenny—bir Irlandia berwarna merah pekat—dengan rasa manisnya yang khas dan sepiring combo platter berisi empat macam kudapan adalah pengusir penat yang ampuh. Apalagi ditambah alunan musik Britpop yang terdengar tak terlalu kencang di area luar ruangan.

    Bar yang di Bandung dikenal membanderol murah birnya ini setia dengan pilihannya memasang harga moderat. Belum lagi harga kudapan yang bisa disantap dua-tiga orang, tak jauh beda dibanding harga sebotol bir.

    Selain ruangan, jam operasional menjadi pembeda Camden Bar Cikini dengan di Gandaria. Sementara Camden Bar Gandaria buka pukul 17.00, "sang adik" beroperasi lebih dini, yakni pukul 11.00. "Kami buka lebih awal demi mengakomodasi mereka yang kepingin mampir sekalian makan siang," ujar Race.

    Eksesnya, tim dapur Camden Bar kini tengah bereksperimen menambah jenis menu makan siang. "Seiring berjalannya waktu, kami berencana menambah varian cocktail," tutur Race.

    Mengingat nyamannya tempat nongkrong "si bocah baru" di Cikini ini, harga birnya yang ramah dompet, dan sejumlah promo nan menggiurkan di sana, eksperimen mixologist dan koki bar Camden layak ditunggu.

    KORAN TEMPO

    Berita lainnya:
    Ini Cara Bersihkan Smartphone yang Benar
    6 Makanan Olahan yang Harus Dilupakan Selamanya
    Southbox, Tongkrongan di Tumpukan Container


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.