Kentut Berbau Tak Sedap, Ternyata Ini Sebabnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bau. Livescience.com

    Ilustrasi Bau. Livescience.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kentut merupakan hal alami yang terjadi pada tubuh. Meskipun kerap dianggap sebagai hal yang memalukan atau menjijikan, kentut merupakan pertanda bahwa Anda memiliki sistem pencernaan yang sehat. Namun, tidak semua kentut itu sama. Bau dari gas yang dikeluarkan tubuh kita ternyata juga bisa menggambarkan kondisi kesehatan Anda.

    Menurut dokter spesialis pencernaan, Myron Brand, pola makan yang tidak sehat membuat kentut menimbulkan bau tidak sedap. Tapi ia mengingatkan untuk tidak perlu khawatir.

    "Bau kentut tidak sedap bukanlah hal yang buruk. Bau tersebut menunjukkan aktivitas makanan yang Anda konsumsi dan bakteri yang sedang bekerja dalam sistem pencernaan Anda. Semua orang memiliki dampak yang berbeda," katanya. 

    Myron Brand mengatakan bahwa bau kentut yang tidak sedap biasanya disebabkan ketika makanan tidak terproses dengan sempurna, terutama karbohidrat.

    "Bau tidak sedap menandakan karbohidrat yang dikonsumsi gagal diserap dengan baik, sehingga mengalami fermentasi."

    Untuk mereka yang mengalami bau kentut tidak sedap, Myron Brand menjelaskan: "Beberapa orang menghasilkan gas metana, sedangkan sebagian orang lainnya menghasilkan hidrogen sulfida (gas yang berbau seperti telur busuk), sehingga kentut berbau seperti telur busuk."

    Bagi mereka yang mengalami kentut berbau, Myron Brand pun menganjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan yang mengandung fruktosa, polyol, dan sulfur yang tinggi.

    Beberapa makanan tersebut adalah apel, pir, semangka, bawang putih, dan bawang bombai. Selain itu, makanan yang terbuat dari gandum dan rye serta produk olahan susu juga sebaiknya dihindari.

    Sedangkan makanan yang sebaiknya dikonsumsi menurut Myron Brand adalah makanan yang tinggi protein (hindari daging tinggi lemak) dan tidak mengandung Fermentable Oligosaccharides, Disaccharides, Monosaccharides and Polyols. Anda bisa mengonsumsi nasi, jagung, ataupun kentang.

    Terkadang kentut berbunyi dan kadang juga tidak. Hal ini tergantung pada keadaan otot sphincter Anda. Jika otot sphincter Anda dalam keadaan rileks maka gas yang keluar dari dalam tubuh tidak akan berbunyi. Kopi bisa membuat otot sphincter Anda rileks maka ketika mengonsumsi kopi, Anda aka lebih sering kentut karena gas lebih mudah keluar dari dalam tubuh.

    Normalnya, manusia kentut 10-20 kali setiap hari. jika Anda kentut lebih dari 22 kali sehari (digolongkan sebagai jumlah yang banyak), perhatikan gaya hidup Anda. Bagi sebagian orang, hal ini bisa disebabkan adanya masalah pencernaan, infeksi saluran pencernaan, atau irritable bowel syndrome.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Mari Mengenal Fungsi dan Peran Usus Besar
    Hati-hati Membersihkan Organ Intim dengan Tisu Basah
    4 Makanan Super Penangkal Kanker Payudara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.