Kenapa Anak Terlambat Pubertas?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibu dan anak remaja. Shutterstock

    Ibu dan anak remaja. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang tua kerap khawatir jika melihat anaknya belum menunjukkan gejala pubertas saat anak-anak seusianya telah mengalami pubertas. Anak laki-laki tumbuh tinggi dengan perubahan suara menjadi berat ataupun mulai tumbuh jakun. Pada anak perempuan ditandai dengan datang haid sebagai siklus bulanan.

    Beberapa anak mengalami pubertas tepat waktu. Namun ada juga yang terlambat masa pubertasnya. Sebaiknya orang tua tidak perlu panik. Beri dukungan kepada anak agar ia tidak merasa rendah diri saat badan teman-temannya tumbuh cepat.

    Tanda-tanda pubertas pada anak perempuan umumnya tumbuh payudara, tumbuh rambut di bawah ketiak dan sekitar vagina, tubuh meninggi dan membesar dalam waktu singkat, mendapat menstruasi, berjerawat, serta tubuh mengeluarkan aroma khas.

    Sedangkan pada laki-laki biasanya ditandai oleh membesarnya ukuran testis dan penis; tumbuh rambut di bawah ketiak, sekitar penis, dan sekitar wajah; tubuh tinggi dan membesar dalam waktu singkat; suara berat; mulai muncul jerawat; serta tubuh mengeluarkan aroma khas.

    Sebelum membawanya berkonsultasi ke dokter, lebih baik orang tua mengetahui tentang fakta dasar mengapa pubertas terlambat, seperti dilansir laman Boldsky.

    1. Faktor genetik. Jika orang tua mengalami pubertas terlambat, kemungkinan besar anak mengalami hal sama.
    2. Umumnya, pubertas pada laki-laki lebih lambat dibanding anak perempuan. Meskipun secara umum pubertas dimulai saat anak berusia 9 tahun dan berakhir di usia 15 tahun.
    3. Obesitas. Kelebihan berat badan dapat menjadi salah satu faktor anak mengalami masa pubertas yang terlambat. Jika dirasa anak mengalami obesitas, sebaiknya orang tua mendorongnya mengurangi berat badan.
    4. Perawatan medis. Untuk anak laki-laki, keterlambatan masa pubertas ini dapat diatasi melalui perawatan medis. Umumnya, mereka menggunakan suntikan. 
    5. Konsultasi ke dokter. Jika anak telah berusia 15 tahun tapi belum terlihat gejala pubertas, silakan konsultasikan ke dokter.

    DINA ANDRIANI 

    Baca juga:
    Pentingnya Menghapus Stigma Negatif Penderita Gangguan Jiwa
    Hati-hati, Minum Air Putih Banyak Bisa Bikin Keracunan Air
    Masih Normalkah Penglihatan Anda?



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara