Terapi Berkuda bagi Anak Autisme

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Adri Irianto

    TEMPO/ Adri Irianto

    TEMPO.COJakarta - Autisme bukanlah suatu "penyakit". Autisme adalah masalah perilaku yang merupakan manifestasi dari adanya perbedaan dalam perkembangan otak. Karena itu, seorang anak dengan autisme memerlukan terapi agar mereka dapat beradaptasi dengan lingkungannya.

    Sebuah terapi dilakukan untuk memperbaiki tampilan perilaku atau proses berpikir dari seorang anak dengan autisme. Mengubahnya tentu dengan cara menghindarkan sesuatu yang dapat memicu kecemasan atau timbulnya perilaku yang tidak lazim. "Tentunya dilakukan dengan memodifikasi lingkungan di mana mereka tinggal," kata dokter spesialis anak dari Klinik Terapi Pediatrik, Dewi Utama.

    Menurut dokter spesialis anak dari Klinik Terapi Pediatrik di Jalan Cipaku, Bandung, Dewi Utama, ada dua istilah untuk terapi berkuda. Pertama, hippotherapy, yang merupakan bagian dari fisioterapi (terapi fisik). Pada terapi ini, anak autis yang melakukan latihan berkuda berada di bawah pengawasan dokter spesialis rehabilitasi medik.

    Kedua, therapeutic riding atau terapi berkuda. Terapi ini merupakan bagian dari rekreasi yang bermanfaat bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Namun, dalam penerapannya, terapi ini harus berada di bawah pengawasan pelatih yang berpengalaman dalam bekerja dengan anak-anak berkebutuhan khusus.

    Sebelum memutuskan mengikuti program terapi berkuda, Dewi menuturkan, sebaiknya anak mendapat evaluasi lengkap yang dapat menilai responsnya terhadap berbagai stimulasi sensorik. “Seperti suara, tekstur tertentu, perubahan dalam gerakan dan titik tumpu, bau-bauan, dan lain-lain yang ada di tempat latihan berkuda,” ujar Dewi.

    Meski cukup populer, belum diketahui seberapa besar tingkat keberhasilan terapi ini. Sebab, menurut Dewi, terapi untuk autisme sangat bergantung pada derajat keparahan individunya. "Selain karakter dari anak-anak, spektrum autisme sangat bervariasi, tiap individu punya profil masing-masing. Demikian pula respons mereka terhadap terapi," tuturnya.

    KORAN TEMPO

    Berita lainnya:
    Menelisik Apa Penyebab Autisme dan Tanda-tandanya
    Pesan Bagi Orang Tua dengan Anak Autistik
    Terapi Selancar Untuk Penyandang Autisme


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.