Pentingnya Memantau Media Sosial Anak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi remaja bermain ponsel. Shutterstock.com

    Ilustrasi remaja bermain ponsel. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Media sosial telah mengubah dunia. Kemudahan mengakses informasi dari berbagai penjuru tak hanya dinikmati orang dewasa, tapi juga anak-anak. Kebanyakan anak dan remaja masa kini menganggap media sosial sebagai bagian penting hidup mereka.

    Seperti dilansir laman KidsHealth, sekitar 90 persen remaja menggunakan beberapa format medsos, 75 persen di antaranya memiliki profil pribadi di medsos. Angka ini akan terus bertambah, bukan berkurang, mengingat semakin menggilanya teknologi informasi.

    Ada banyak informasi bermanfaat yang bisa didapat anak-anak dari medsos, tapi juga banyak potensi membahayakan. Konten pornografi, kekerasan, SARA, hingga perundungan mengintai pengguna internet, termasuk anak-anak.

    Mengingat sifat anak-anak yang belum stabil dan mudah terbawa arus, mereka terkadang memilih jalan “menyimpang” di dunia maya. Menjadi hater, salah satunya. Hater atau pembenci seolah mendapatkan kepuasan tersendiri dengan mencaci, menghina, memfitnah, pokoknya menyakiti seseorang, di medsos.

    Mengerikan, betapa remaja sekarang begitu beraninya mengeluarkan kata-kata kasar di medsos. Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia menguraikan salah satu pemicu remaja (merasa) bebas bertindak di medsos.

    “Remaja belum punya kemampuan penuh untuk mengambil tindakan tepat dengan pertimbangan matang antara rasio dan emosi. Mereka masih lebih banyak didominasi emosi. Jadi, ketika emosi terpancing, reaksi mereka lebih emosional, juga tidak memperhitungkan akibatnya nanti atau akibatnya pada orang lain,” katanya.

    Kondisi itu ditambah belum matangnya pemahaman bahwa medsos merupakan ranah publik. “Remaja seolah beranggapan gawai adalah milik pribadi, maka ranah sosmed juga punya pribadi. Mereka tidak menyadari sosmed merupakan ranah publik di mana ada konsekuensinya pada orang lain, seperti menyakiti orang lain,” ujar Vera.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Resep Pangsit Kakap dan Jamur
    Alasan Stres Lebih Mudah Menyerang Wanita, Apa Saja Itu?
    Papa-Mama, Tanamkan Nilai Kejujuran Sejak Usia Anak 6 Tahun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.