Penjelasan Psikiater Soal Orang Sensitif Menjelang Pilkada  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pilkada. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Ilustrasi Pilkada. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Maraknya kegiatan berbalas komentar negatif atau mudahnya orang terpancing berbagai isu yang berhubungan dengan situasi politik terkini, semisal pemilihan kepala daerah, bisa jadi disebabkan oleh fanatisme individu akan pasangan calon tertentu. Namun bisa juga fenomena ini akibat dari pengembangan kepribadian yang kurang sempurna.

    Kebohongan Kylie Jenner 

    "Fenomena ini mungkin bisa disebabkan oleh pendidikan kepribadian di dalam keluarga ketika individu masih kecil. Kalau individu tidak dididik untuk menghargai orang, seseorang tidak akan memiliki pendirian dan tidak bisa menghargai orang lain," ujar Ketua Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian Psikiatri Nurmiati Amir dalam konferensi pers Hari Kesehatan Jiwa Dunia 2016 di Jakarta, Senin, 10 Oktober 2016.

    Apabila pendidikan kepribadian tidak matang, seseorang akan lebih mudah bereaksi negatif ketika orang lain berbeda pendapat dengannya. Untuk mengatasinya, anggota Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia bidang Publikasi Kemitraan dan Hubungan Luar Negeri Nova Riyanti Yusuf mengatakan pentingnya pengendalian diri.

    "Sulit sekali tidak terseret arus atau tidak ikut komentar atau menulis status di Facebook. Harus baca dengan teliti sebelum mengomentari, jangan sampai keburu tersulut emosi," katanya.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain: 
    12 Teknik Menjaga Kekuatan Kaki
    Hati-hati, Minum Air Putih Banyak Bisa Bikin Keracunan Air
    Mari Membakar Kalori dengan Berjalan Kaki, Mudah dan Sehat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.