Ganti Sampo Secara Berkala, Mitos atau Fakta?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keramas. bebelu.ro

    Ilustrasi keramas. bebelu.ro

    TEMPO.CO, Jakarta - Rambut adalah mahkota wanita. Maka segala sesuatu yang berhubungan dengannya menjadi perhatian utama. Termasuk hal-hal terkait dengan perawatan rambut, ada beberapa isu yang kemudian menjadi keyakinan.

    Southbox, Tongkrongan di Tumpukan Kontainer

    Salah satu tip perawatan rambut yang cukup banyak dipercaya wanita adalah mengganti sampo secara berkala. Jika tidak, khasiatnya tidak akan terasa lagi.

    Namun hal ini dibantah Aldo Fajar, Head of Research and Innovation PT L'Oreal Indonesia. Menurut dia, itu hanya mitos, karena khasiat sampo yang terbagi dua: jangka pendek dan jangka panjang. Nah, khasiat jangka pendek inilah yang sering menjadi hilang atau dianggap tidak berkhasiat lagi.

    “Ya, dengan sampo yang sama, wanginya akan sama, rasa setelah keramasnya juga sama, dan lain-lain, karena yang dirasakan langsung hanyalah khasiat jangka pendeknya,” ujar Aldo. “Sedangkan khasiat jangka panjang adalah rambut yang benar-benar sehat dan indah terawat, hanya bisa didapatkan dengan penggunaan sampo yang tepat secara terus-menerus."

    Karena itu, satu hal yang perlu diupayakan adalah menemukan satu produk sampo yang benar-benar tepat untuk rambut kita. "Karena berbeda orang, berbeda pula produk kecantikan yang dibutuhkan, termasuk sampo,” tutur Aldo. Selama tidak menyebabkan gangguan atau kerusakan rambut yang seketika, sampo bisa dikatakan cocok dan tidak perlu ganti-ganti.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga:
    Orang yang Paling Berjasa di Balik Kostum Panggung Syahrini
    Kaki Kering dan Kusam Bisa Berseri dengan 6 Bahan Alami
    Perhiasan Kim Kardashian, Cincin Berlian sampai Mahkota Gigi



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara