Membahas Kentut yang Bikin Malu, Bau, tapi Menyehatkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • healthandcaresolution.com

    healthandcaresolution.com

    TEMPO.COJakarta - Selama ini kita mengenal aktivitas buang gas atau kentut sebagai sesuatu yang menjengkelkan orang lain dan sering membuat malu diri sendiri, terutama ketika terdengar suara nyaring dan tersebar bau tak sedap.

    Keracunan Air Putih

    Namun, menurut para ahli, membuang gas itu sebenarnya tanda pencernaan yang sehat. Untuk lebih jelasnya, mungkin ada baiknya kita memahami hal-hal berikut ini.

    - Apa itu kentut?
    Jumlah gas dalam usus yang terlalu banyak dan kita keluarkan dalam bentuk karbon dioksida yang tidak berbau. Satu persen di antaranya hidrogen sulfida, yang dihasilkan oleh makanan dengan kandungan belerang. 

    Gas yang dikeluarkan berasal dari udara yang kita hirup dan sebagian gas yang masuk ke usus dari darah. Gas yang keluar harus menjadi perhatian serius bila disebabkan reaksi kimia atau bakteri dalam usus.

    - Apa penyebab gas berbau?
    Gas yang bau biasanya disebabkan makanan yang tidak dicerna dengan sempurna, terutama karbohidrat. Saat karbohidrat tidak diserap usus dengan semestinya, partikel-partikelnya mengendap di usus dan berfermentasi. "Bau tak sedap itu karena karbohidrat yang kita konsumsi tak diserap dengan semestinya dan berfermentasi," kata gastroenterologist Dr Myron Brand kepada Thrillist.

    - Kenapa ada orang yang kentutnya lebih berbau?
    "Ada orang yang ususnya memproduksi gas metana dan ada pula yang memproduksi hidrogen sulfida, yang membuat bau gas seperti telur busuk. Semua itu berhubungan dengan apa yang kita makan," ujar Dr Brand.

    - Apa penyebab suara kentut yang nyaring?
    Bergantung pada posisi otot organ pembuangan. Bila posisinya rileks, gas keluar tanpa suara. Secara alami, kopi bisa membuat organ pembuangan rileks dan membuat gas keluar dengan lebih lancar.

    - Makanan apa yang membuat bau gas lebih parah?
    #Alkohol.
    #Makanan yang mengandung fruktosa, poliol, dan belerang tinggi, seperti apel, pir, semangka, kol, asparagus, bawang merah, bawang putih, alpukat, jamur, dan kembang kol.
    #Gandum, terigu, dan produknya, seperti roti, pasta, mi, kue.
    #Produk-produk susu, termasuk yoghurt, mentega, dan es krim.

    - Makanan apa yang baik?
    #Yang mengandung karbohidrat, seperti nasi, kentang, dan jagung.
    #Yang mengandung protein tinggi, seperti ayam tanpa kulit, kalkun, dan ikan.

    - Kapan harus berkonsultasi ke dokter?
    Bila kita membuang gas lebih dari 22 kali sehari. Bisa jadi penyebabnya masalah pencernaan atau infeksi saluran pencernaan.

    PIPIT

    Artikel lain: 
    Merias Wajah dalam 7 Menit ala Wulan Guritno
    6 Makanan Olahan yang Harus Dilupakan Selamanya
    Mari Membakar Kalori dengan Berjalan Kaki, Mudah dan Sehat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.