Bunda, Jangan Ancam Ananda dengan Sesuatu yang Mustahil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • childandteencounseling.com

    childandteencounseling.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernahkah Anda memberikan 'janji palsu' atau hal yang mustahil dilakukan pada anak Anda? Sebaiknya jangan lakukan hal tersebut. Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, mengatakan agar orang tua tidak mengancam anak-anak dengan hal yang mustahil.

    Misalnya saja saat anak tidak menghabiskan makanannya, banyak orang tua mengancam akan memanggilkan dokter untuk menyuntik si anak. Jika ancaman yang diberikan orang tua tidak sesuai kenyataan, lanjut Nina sapaan akrabnya, di mana dokter tidak datang saat makanannya tidak habis dan kejadian itu sering terjadi, kepercayaan anak pun akan hilang pada orang tua.

    "Apa yang orang tua katakan kepada anak sebaiknya dilakukan dengan benar. Sebaliknya jika anak diancam dengan hal yang mustahil, akan membuat anak tidak percaya pada orang tua," ujar Nina dalam talkshow #OrtuBelajar dari Komunitas Tiga Generasi dan Blibli.com di Jakarta.

    Untuk membangun kepercayaan anak pada orang tua, tambah Nina, sebaiknya buat kesepakatan. Misalnya jika anak makan tidak habis, katakan piringnya akan diangkat dan anak tidak boleh melanjutkan makan lagi.

    "Bila anak menangis, cukup beri pemahaman dan tenangkan. Cara ini sudah bisa dilakukan pada anak usia dua tahun," kata Nina.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga:
    Kurangi Stres Bekerja dengan 4 Cara Sederhana
    Anda Karyawan Baru? Ketahuilah Cara Beradaptasi yang Benar
    3 Cara Cepat, Efektif, dan Mudah Mengurangi Stres Bekerja


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.