Perawatan Batik Agar Tetap Cantik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menunjukkan kain batik yang siap dipasarkan di industri rumahan di Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo, Jawa Timur, 27 November 2015. Awalnya, usaha batik hanya ditekuni satu orang yang menurut cerita dari mulut ke mulut berasal dari Kerajaan Kediri. ANTARA/Umarul Faruq

    Pekerja menunjukkan kain batik yang siap dipasarkan di industri rumahan di Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo, Jawa Timur, 27 November 2015. Awalnya, usaha batik hanya ditekuni satu orang yang menurut cerita dari mulut ke mulut berasal dari Kerajaan Kediri. ANTARA/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Jakarta - Batik merupakan karya budaya Indonesia yang luar biasa indah. Dalam mempertahankan warna agar tidak kusam, tidak gampang rusak dan pudar, batik perlu perawatan yang berbeda dari jenis kain biasa. Julia Brennan, konservator tekstil asal Amerika Serikat. "Kami menggunakan deterjen peroksida untuk membuat warnanya kembali cemerlang," kata Brennan, kepada Tempo. 

    Menurut Brennan, koleksi kain batik sebenarnya bisa dengan mudah rusak kalau kolektor tidak mengerti dasar-dasar merawatnya. "Apalagi dengan cuaca yang lembap seperti di Indonesia," ujarnya. Masalah umum yang muncul antara lain adanya jamur, ngengat, ataupun proses pengasaman akibat usia yang uzur.

    Kesalahan paling lazim yang dilakukan pemilik kain batik, dia melanjutkan, adalah melipat dan menyimpannya di dalam lemari. Sering muncul sobekan pada lipatan kain akibat proses pengasaman.

    Menurut Brennan, kain batik harus sesekali dicuci dan dijemur untuk menghindari kelembapan berlebih. Setelah kering, jangan dilipat. "Cara yang terbaik untuk mengamankan kain batik yang panjang adalah dengan menggulungnya," ucapnya. Penggulungan bisa dilakukan dengan menempatkan pipa paralon sebagai sumbu, kemudian dibungkus kertas atau kain. Brennan mewanti-wanti agar menghindari plastik dalam membungkus batik. "Plastik justru menyimpan kelembapan."

    Brennan menyarankan agar kain batik tadi disimpan di tempat khusus dengan sirkulasi udara yang baik. "Kalau Anda punya satu koleksi yang sangat berharga, misalnya yang berusia ratusan tahun, Anda memang harus menyisihkan energi dan biaya yang lebih banyak untuk koleksi tersebut," kata pakar sejarah seni dari University of Pennsylvania, Amerika Serikat, itu. Kolektor, ia melanjutkan, tidak bisa rakus mencoba menyelamatkan seluruh kainnya. "Fokuslah pada koleksi yang paling berharga."

    Jika batik lawas Anda terlanjur berlubang, Brennan melanjutkan, tidak banyak yang bisa kita lakukan. "Kita hanya bisa merapikan kain itu dan membiarkan bolongan itu apa adanya," ujarnya. Namun bolongan tadi harus dilapisi dengan kain jaring berwarna putih agar tidak meluas.

    Brennan meminta pemilik kain tidak bersedih saat melihat lubang pada kain batiknya. Menurut dia, sobekan merupakan hal yang tidak terhindarkan dalam sejarah selembar kain.

    KORAN TEMPO

    Berita lainnya:
    Motif Batik Tertua di Koleksi Terbaru Iwan Tirta
    Parang Kencana Terinspirasi Gaya Ikemen
    Ada Robot di Fashion Show Chanel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara