Peran Suami dalam Meningkatkan Produksi ASI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • pro.corbis.com

    pro.corbis.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Keberhasilan seorang ibu memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif kepada bayi dipengaruhi beberapa faktor secara psikologis.

    Namun sering kali gagalnya ibu memberikan ASI lebih banyak disebabkan oleh faktor stres dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut diungkapkan Ketua Asosiasi Ibu Menyusui (AIMI) Mia Sutanto. Menurut dia, banyak ibu muda yang berkurang produksi ASI-nya karena mengalami stres.

    "Ibu yang stres karena kelelahan atau depresi tentu membuat produksi ASI-nya tidak lancar. Makanya mereka perlu merasa bahagia agar hormon oksitosinnya dapat bekerja maksimal agar produksi ASI menjadi lebih lancar," ucap Mia.

    Lebih lanjut, Mia menuturkan peran suami sangat dibutuhkan para istri. Hal itu membuat istri bahagia dan merasa diperhatikan. Sejumlah penelitian juga menunjukkan angka keberhasilan pemberian ASI eksklusif bisa mencapai hampir 100 persen bila ada dukungan dari suami.

    "Kerja sama suami sangat diperlukan, misalnya dengan melakukan hal-hal sederhana, seperti membantu menggendong bayi, menemani istrinya begadang saat menyusui, serta memijat-mijat pundak istri saat kelelahan," ujar Mia.

    Bentuk-bentuk perhatian yang diberikan suami kepada istrinya bisa membantu melancarkan hormon oksitosin. "Dengan merasa disayangi dan diperhatikan suami, istri akan merasa lebih bahagia, sehingga produksi ASI-nya pun jadi lebih lancar."

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Balita Harus Cukup Kebutuhan ASI dan MPASI
    Membalik Jam Biologis Bayi, Tidur Malam, Aktif Siang
    Deteksi Autisme Sederhana pada Anak Umur Setahun



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.