Jangan Buang Kulit Semangka, Makanlah dan Rasakan Manfaatnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tumpukan buah Semangka merah dan kuning tanpa biji  di sebuah supermarket di Jakarta. Tempo/Rully Kesuma

    Tumpukan buah Semangka merah dan kuning tanpa biji di sebuah supermarket di Jakarta. Tempo/Rully Kesuma

    TEMPO.COJakarta - Saat menyantap buah semangka, tentu Anda akan memakan daging buahnya yang berwarna merah atau kuning. Jarang sekali orang yang memakan kulit semangka. Selain keras, kulit semangka belum lazim dikonsumsi.

    Namun ternyata kulit semangka punya banyak manfaat lho untuk tubuh kita, terutama bagi kesehatan. Mau tahu seperti apa? Berikut ini ulasannya untuk Anda.

    Fakta #1
    Beberapa studi menyebutkan bahwa kulit buah semangka mengandung lebih banyak nutrisi ketimbang daging buahnya. Zinc, kalium, magnesium, vitamin B6, vitamin A, dan vitamin C merupakan beberapa zat yang terkandung di dalam kulit semangka. Selain itu, kulit semangka berfungsi sebagai antioksidan.

    Fakta #2
    Kulit semangka mengandung serat yang baik untuk pencernaan.

    Fakta #3
    Makan kulit semangka dikatakan dapat menormalkan tekanan darah. Bagi Anda yang menderita hipertensi, bisa mencoba cara ini.

    Fakta #4
    Kulit semangka berkhasiat mencegah infeksi saluran kencing dan baik untuk fungsi ginjal.

    Fakta #5
    Bagi Anda yang sudah menikah, mengkonsumsi kulit semangka bisa meningkatkan gairah seksual. Kulit semangka mengandung citrulline, bahan yang digunakan dalam obat untuk meningkatkan gairah seksual.

    Fakta #6
    Kulit semangka juga mengandung likopen, yang bisa mencegah kanker usus, kanker pankreas, kanker serviks, dan kanker esofagus.

    BOLDSKY | LUCIANA

    Baca juga: 
    Rambut Keriting tanpa ke Salon
    Isi Deodoran yang Penting untuk Hilangkan Bau Ketiak
    9 Fakta Mengejutkan tentang Stretch Mark


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.