Menjalin Kedekatan Orang Tua dan Anak Remajanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibu dan anak remaja. Shutterstock

    Ibu dan anak remaja. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Orang tua sering khawatir bagaimana caranya agar mereka selalu dekat dengan anak mereka, tanpa ada perdebatan. Tak jarang, mereka kesulitan saat anak mogok bicara.

    Umumnya, remaja membuka diri karena berbagai alasan. Namun tak semua orang tua paham akan hal ini. Padahal, tak sulit memahami apa yang remaja inginkan.  

    Inilah keinginan yang paling diingini remaja bisa dilakukan kedua orang tua terhadap dirinya:

    1. Empati dan tenang
    Seringkali tindak tanduk remaja mencerminkan seolah-olah ia mengetahui semuanya. Masa remaja adalah masa yang labil. Mereka belum dewasa. Mereka sering takut dan kewalahan. Dunia ini besar dan hidup adalah menakutkan. Dan ketika mereka mulai merasa takut, kewalahan dan tidak terkendali, mereka akan mencoba untuk berbicara dengan orang tua mereka tentang hal itu.

    Sebagian alasan bahwa remaja merasa nyaman adalah reaksi empati dan peduli. Saat remaja berbagi masalah besar ataupun kecil, cobalah merespon dan menjaga kondisi emosional agar stabil.

    Menjadi orang tua sungguh sebuah pekerjaan yang tidak mudah. Sulit untuk menjaga emosi, apalagi ketika berhadapan dengan si remaja tadi. Namun, jika ingin anak remaja terbuka pada orang tua, merasa nyaman dan dapat mempercayai orang tua, berilah tanggapan dengan penuh kasih.

    Satu lagi, hadapilah anak remaja Anda dengan tenang. Belajarlah untuk menahan marah dan memberi respon dengan tenang. Pasti anak akan mempercayai orang tua.

    2. Peduli
    Bagaimana Anda tahu seseorang peduli dengan Anda? Seorang orang tua seorang anak laki-laki pernah berkata, "ketika saya peduli tentang anak saya, saya pastikan saya tahu apa yang mereka suka, apa kegiatan mereka dan musik apa yang mereka dengarkan."

    Remaja merasa dicintai dan dihargai, ketika orang tua mereka ingat bagaimana mereka suka kopi atau lagu favorit mereka. Orang tua belajar memahami apa yang remaja sukai.

    3. Terus berusaha berbicara
    Walau anak remaja itu marah seolah tidak peduli terhadap orang tua, hati kecilnya berharap ayah atau ibunya tetap bicara padanya. Mereka sebenarnya juga ingin menghabiskan waktu juga bersama orang tua. Bahkan ketika mereka berperilaku seolah mereka tidak ingin orang tua ada di sekitarnya.

    Karena itu, teruslah mencoba untuk berkomunikasi, memeluk, membuat catatan atau sekedar mengingatkan tentang sekolah. Terus berusaha untuk membangun hubungan dengan mereka. Memang tidak mudah. Ini adalah langkah sulit untuk mengambil hati anak remaja. Anda hanya perlu percaya diri, tenang, dan terus mencoba supaya dapat meningkatkan kedekatan antara orang tua dan anak remajanya.

    FAMILYSHARE | DINA ANDRIANI

    Baca juga:
    Kegiatan yang Meninggalkan Kenangan Manis untuk Anak
    4 Cara Terbaik Redakan Emosi Anak
    Pentingnya Sosok Ayah bagi Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.