6 Mitos Seputar Melahirkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kehamilan/ibu hamil. Shutterstock

    Ilustrasi kehamilan/ibu hamil. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Mempunyai momongan adalah hal yang menakjubkan. Namun, banyak sekali kesalahpahaman yang beredar di masyarakat, khususnya kalangan perempuan, tentang melahirkan itu sendiri. Berikut ini 6 mitos seputar melahirkan dari laman Purewow untuk Anda.

    Mitos: 
    Air Ketuban pecah sebelum waktunya
    Kebenaran:
    Hal ini tidak benar, banyak wanita bekerja yang dapat mempertahankan air ketubannya. Ibu terkadang tidak menyadari adanya kontraksi ringan. Timbulnya kontraksi mengawali pecahnya ketuban.

    Mitos:
    Epidural adalah yang terbaik
    Kebenaran:
    Sebuah penelitian Cochrane Pregnancy and Childbirth Group mengatakan, "Awal atau inisiasi akhir dari anestesi epidural persalinan memiliki efek yang sama." Anestesi epidural biasanya dilakukan jika si ibu ingin melahirkan normal, tapi tidak mau merasakan rasa sakitnya melahirkan.

    Mitos: 
    Panggul yang lebar mudah melahirkan
    Kebenaran:
    Masuk akal jika wanita dengan pinggul yang lebih luas memiliki waktu lebih mudah untuk mendorong bayi keluar. Namun, ukuran panggul secara fisik luar tidak selalu sesuai dengan lebar panggul.

    Mitos: 
    Makanan pedas bisa mempercepat kelahiran
    Kebenaran:
    Tidak ada metode non-medis yang telah membuktikan bahwa makanan pedas mempercepat persalinan. Namun, jika berencana untuk mencoba salah satu metode alami mempercepat kelahiran, yaitu dengan cara berjalan-jalan atau melakukan hubungan seks, dengan catatan konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu.

    Mitos: 
    Dokter kandungan mendampingi sepanjang persalinan
    Kebenaran:
    Dalam kebanyakan kasus, perawat atau bidan lah yang akan memandu seluruh jalannnya persalinan. Dokter akan mendampingi saat detik-detik melahirkan telah tiba.

    Mitos: 
    Jika sekali bersalin lewat operasi sesar, maka kelahiran berikutnya juga operasi sesar
    Kebenaran:
    Tidak semua kasus kelahiran melalui operasi sesar, maka persalinan berikutnya harus melalui metode yang sama. Banyak faktor yang berpengaruh di balik keputusan mengambil langkah operasi sesar. Bagi yang tidak ada masalah saat kehamilan berikutnya, dapat menjalani persalinan normal.

    PUREWOW | DINA ANDRIANI

    Baca juga:
    Cara Jitu Menghadapi Anak Ngambek
    4 Cara Terbaik Redakan Emosi Anak
    Hati-hati Posting Soal Kehamilan di Media Sosial  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.