3 Kesalahan Fatal Saat Wawancara Kerja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wawancara kerja. Shutterstock.com

    Ilustrasi wawancara kerja. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wawancara kerja di perusahaan idaman, hasilnya ternyata Anda ditolak. Padahal Anda sudah berusaha sebaik mungkin dan mempersiapkan diri secara maksimal. Lalu, apa yang kurang?

    Malas Mencuci Jins Itu Bagus

    Memang tidak mudah mendapatkan pekerjaan impian. Tak cukup sekadar curriculum vitae (CV) yang bagus untuk membuat Anda diterima di perusahaan yang diimpikan. Justru, sering kali kesan saat wawancara yang membuat Anda diterima di tempat kerja. Agar dapat menjalani tahap wawancara dengan lancar, sebaiknya hindari tiga hal ini saat melamar pekerjaan.

    1. Berpakaian yang mencolok
    Hindari berpakaian yang mencolok. Gunakan pakaian yang pantas saat wawancara. Hanya karena wawancara dilakukan akhir pekan, bukan berarti Anda bebas memakai kaus dan celana jins. Berpakaianlah secara profesional dan hindari warna-warna yang terlalu mencolok.

    Krithika Joshi, seorang HRD di sebuah perusahaan IT di India, mengatakan, “Kandidat harus ekstra-hati-hati dalam memilih busana saat wawancara, sekalipun pekerjaan yang dilamar merupakan tipe pekerjaan yang tidak terlalu formal.”

    2. Datang terlambat
    Ingatlah bahwa wawancara kerja bukan janji pesta dengan teman-teman. Datang terlambat merupakan nilai minus. Pastikan Anda hadir 20 menit sebelum dimulai dan informasikan kepada resepsionis bahwa Anda telah hadir.

    3. Berbohong
    Jangan berbohong dengan melebih-lebihkan gaji yang diterima di kantor lama. Pewawancara pasti lebih cerdas dibanding Anda dan mengetahui bila Anda sedang berbohong. Jika ini ketahuan, Anda tidak hanya harus menanggung malu, tapi juga segera didiskualifikasi.

    TABLOIDBINTANG


    Berita lainnya:
    Ketahui Waktu yang Tepat Minum Kopi
    Susah Mencari Lipstik Warna Coklat untuk Anda?
    8 Kesalahan yang Sering Dilakukan pada Kulit dan Wajah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.