Kiat Aman Berbelanja di Mal Bersama Buah Hati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perempuan berbelanja.  REUTERS/James Akena

    Ilustrasi perempuan berbelanja. REUTERS/James Akena

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengajak si kecil berjalan-jalan di pusat perbelanjaan atau mal tentu menyenangkan. Namun perlu diingat, mal bukanlah tempat yang aman untuk anak-anak.

    Cuek, Ternyata Gejala Kanker

    Orang tua dituntut ekstra waspada dan berhati-hati saat mengajak anak-anak ke mal. Meski terlihat tidak membahayakan, berbagai fasilitas yang ada di mal bisa mengintai keselamatan si kecil jika Anda tidak waspada. Berikut ini yang harus Anda waspadai saat berada di mal bersama buah hati:

    1. Rak pajangan barang
    Rak pajangan adalah benda yang pasti ada di setiap mal. Terlihat umum dan tidak membahayakan, Anda harus sangat waspada ketika si kecil mulai tertarik dengan benda yang dipajang di rak dan mendekatinya. Kemungkinan pertama, si kecil menarik benda yang dipajang sehingga jatuh berhamburan. Kedua, Anda tidak tahu pasti seberapa kokoh rak itu.

    Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, awasi selalu gerak-gerik anak. Alihkan jika anak mulai tertarik memainkan rak barang. Atau, pastikan kondisi rak barang sebelum anak bermain-main dengannya; apakah rak itu cukup kokoh ketika disenggol, adakah bagian-bagian tajam dan lancip, dan adakah benda-benda berbahaya di atas rak.

    2. Eskalator
    Anak kecil biasanya sangat tertarik dengan eskalator. Berhati-hatilah, tangga berjalan itu menjadi penyebab kecelakaan terbanyak di mal pada anak-anak. Kebanyakan terjatuh atau terjepit di bagian tangan, kaki, tali sepatu, baju, atau celana. Bukan berarti Anda harus menaiki tangga darurat setiap kali ke mal bersama si kecil, namun ada beberapa trik keselamatan yang harus Anda perhatikan:

    - Jangan biarkan si kecil berdiri di eskalator tanpa pengawasan dan penjagaan ketat Anda.

    - Gandeng tangannya atau gendong jika anak Anda masih terlalu kecil.

    - Biasakan agar mereka tidak memegang kaca, anak tangga, atau pegangan tangan ketika menaiki eskalator.

    - Perhatikan pula pakaian yang dikenakan anak. Pastikan baju dan celana Anda tidak terlalu besar sehingga menjuntai ke lantai dan tali sepatu telah terikat dengan benar.

    - Jika terjadi kondisi darurat seperti terjepit, segera cari tombol di bagian ujung eskalator untuk menghentikannya. Teriaklah kepada orang yang posisinya paling dekat dengan tombol untuk segera memencetnya.

    3. Troli barang
    Saat belanja di supermarket dan Anda butuh troli untuk menaruh hasil belanja, tingkatkan pula kewaspadaan terhadap keselamatan anak. Troli belanja juga benda yang sangat menarik bagi anak-anak. Mereka akan dengan antusias mendorong troli barang Anda sesuka hati.

    Masalahnya, jika tidak diawasi, anak bisa mencelakai diri karena terjepit roda troli, tertabrak troli yang berat, atau menabrakkan troli ke rak barang dan merusaknya. Lebih aman jika anak-anak didudukan troli sehingga Anda bisa mengontrol mereka. Yang perlu diwaspadai, terkadang orangtua lepas pengawasan karena sibuk memilah belanjaan. Jangan pernah meninggalkan anak di dalam troli tanpa pengawasan.

    4. Lift
    Tragedi di dalam mal yang menimpa anak juga banyak terjadi di lift. Anak-anak sangat tertarik melihat pintu lift yang membuka dan menutup secara otomatis. Rasa ingin tahu mendorong mereka untuk berdekatan dan menyentuh pintu.

    Untuk mencegah insiden di lift, pastikan anak tidak bermain-main di area lift. Ketika menaiki lift, gandeng tangan anak-anak sehingga Anda bisa memastikan posisi mereka. Segeralah tekan tombol untuk menahan pintu lift agar tidak cepat-cepat tertutup. Saat keluar lift, mintalah tolong kepada orang yang paling dekat dengan tombol lift untuk menahan tombol pembuka pintu.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Makeup Ringan untuk Menonton Pertunjukan
    Catventure, Gerakan Adopsi 500 Ekor Kucing
    7 Gaya Makan-Minum yang Membuat Kulit Makin Cantik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.