Ini yang Akan Terjadi apabila Tubuh Kekurangan Protein

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ngantuk/tidur di kantor. Shutterstock.com

    Ilustrasi ngantuk/tidur di kantor. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Apakah Anda sering merasa lelah atau merasa lapar? Hal ini bisa jadi pertanda tubuh kekurangan protein. Protein membuat perut terasa kenyang lebih lama. Akibatnya, jika tubuh kekurangan protein, Anda akan mudah merasa lapar.

    Protein merupakan nutrisi penting yang membantu tubuh menghasilkan energi. Protein juga berfungsi membentuk otot dan menjaga sistem imun tubuh.

    Selain kedua tanda tersebut, beberapa tanda berikut ini merupakan pertanda tubuh kekurangan protein.

    - Otot tubuh cenderung akan melemah ketika kekurangan protein dan kemungkinan akan timbul rasa sakit pada otot dan sendi. Agar otot bisa berfungsi dengan baik, tubuh pun mengolah karbohidrat seperti makanan manis menjadi energi. Akibatnya, Anda akan mengidam makanan manis.

    - Jika wajah, tangan, dan kaki membengkak bisa jadi hal ini disebabkan akumulasi cairan dalam tubuh. Karena ketika kekurangan protein, tubuh akan kesulitan mengeluarkan cairan di dalamnya.

    - Kurangnya protein dalam tubuh bisa mempengaruhi memori. Akibatnya, Anda akan mudah lupa.

    - Tubuh akan rentan terserang alergi karena kurangnya protein menyebabkan tingkat imun menurun.

    - Produksi hormon yang dibutuhkan agar tubuh memperoleh kualitas tidur yang baik akan terhambat.

    - Luka akan lebih mudah sembuh jika asupan protein Anda cukup. Maka, jika tubuh kekurangan protein, luka akan lebih sulit menutup dan sembuh.

    - Terakhir, kadar gula akan mengalami fluktuasi akibat kurangnya asupan protein.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Habiskan Akhir Pekan dengan Kegiatan Kesehatan
    Peduli Pada Kanker Payudara Hanya dengan 1 Menit
    Bentengi Tubuh dari Flu dengan Makanan Berikut Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.