Jalan-jalan dengan Koper Transparan, Kenapa Tidak?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi koper. Shutterstock.com

    Ilustrasi koper. Shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Koper kerap menjadi parameter gaya seorang pelancong. Seyahud apa pun dandanan seseorang, derajat kekerenannya pasti langsung ambrol saat ia kedapatan menenteng peti bagasi lusuh peninggalan kakek.

    Manfaat Saus Tomat

    Seperti busana, luggage memiliki tren. Ingat saat ban berjalan tempat mengambil bagasi di bandara penuh dengan koper berwarna ngejreng? Di Barat sana, masa itu sudah masuk kuburan dua tahun lalu. “Koper itu harus fashionable,” kata Janna Soekasah Joesoef, perancang busana.

    Tahun ini, para penggila traveling dan mode dibuat terbelalak oleh Crumpler. Bagaimana tidak, produsen tas asal Australia ini membuat koper transparan. Isi peti beroda tersebut bisa dilihat dari segala arah tanpa perlu memakai kacamata tembus pandang ala James Bond. Meski begitu, tetap ada bagian berwarna solid sebagai tempat barang yang sifatnya sangat personal.

    Crumpler beralasan, koper seperti itu membuat perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman. Sebab, tidak perlu lagi bolak-balik mengeceknya lewat mesin sinar-X, apalagi mengaduk-aduk isinya saat didapati benda mencurigakan. Bagi pemilik, mode transparan ini bisa menghilangkan rasa bosan bepergian dengan koper yang warnanya itu-itu saja. Tinggal ganti pakaian di lapisan terluar, koper pun berubah kelir. Seperti tertera di situs Crumpler, harga koper bertajuk Vis-A-Vis itu setara dengan Rp 7,4 juta. 

    Namun Priya Tahir, manajer bisnis dan pengembangan Lojel Indonesia, memperkirakan tren ini tidak bertahan lama. “Karena mengganggu privasi. Isi koper kita kan barang privat,” katanya dalam peresmian gerai Lojel di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 21 September 2016.

    Priya memprediksi, tahun depan, tren berkisar pada koper dengan banyak bukaan. “Sebab, akan memudahkan traveler berkemas,” ujarnya. Soal kelir, dia melanjutkan, warna berani tak lagi menjadi idola. Menurut dia, warna yang menjadi pilihan adalah earth color, seperti hitam, putih, cokelat, hijau, biru, dan abu-abu. 

    Selain gaya dan warna, unsur yang perlu diperhatikan dari koper adalah keamanan. Maklum, banyak maling bagasi bergentayangan di luar sana. Satu fitur yang dikembangkan Lojel adalah double coil zipper. Ritsleting tas pabrikan Jepang ini memiliki dua gigi, sehingga tidak bisa dibuka dengan colokan pulpen. “Kalaupun tembus, menimbulkan bekas dan bisa langsung diklaim ke maskapai,” kata Priya.

    Sementara itu, produsen koper asal Amerika Serikat, TraxPack, mengembangkan luggage yang dilengkapi fitur global positioning system (GPS). Koper ini juga dilengkapi timbangan dan colokan USB, serta dapat diseret menaiki tangga. Naisha Joseph dan Richard Braddock, pembuatnya, merilis inovasinya ini di laman Kickstarter pada akhir Juli lalu. Harganya sekitar Rp 5 juta. 

    Terlepas dari tren, Janna, yang melancong setidaknya sebulan sekali, punya tiga kriteria koper idaman: praktis, ringan, dan stylish. “Itu penting karena koper kita bawa ke mana pun selama perjalanan,” kata lulusan Amsterdam Fashion Institute tersebut.

    DINI PRAMITA

    Berita lainnya:
    Ini Makanan yang Bikin Anda Susah Tidur
    Resep Membuat Jeli Pelangi di Dalam Kulit Jeruk
    Jenis Aktivitas Ringan dan Makanan buat Kamu yang Diet


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.