Kandungan Garam Aluminium di Deodoran Picu Kanker Payudara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penggunaan deodoran. shutterstock.com

    Ilustrasi penggunaan deodoran. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Waspadalah para wanita yang biasa menggunakan deodoran. Menurut hasil penelitian terbaru, garam aluminium yang terkandung di dalamnya bisa memicu kanker payudara.

    Para peneliti dari Swiss sudah lama memperdebatkan paparan klorida aluminium yang ada pada deordoran. Zat itu konon bisa memicu tumbuhnya tumor yang bisa menyebar ke bagian tubuh lain.

    Penelitian sebelumnya menyangkal kekhawatiran tersebut. Para produsen deodoran juga memastikan produk mereka aman. Namun penelitian terbaru dari tim Universitas Jenewa menyatakan risiko kanker bisa bertambah karena bahan aluminium pada deodoran.

    Zat-zat yang mengandung aluminium itu diklaim bisa menghambat kelenjar keringat secara temporer, berkumpul di jaringan payudara, dan menghasilkan efek seperti estrogen.

    Kandungan aluminium terbanyak ada pada jenis antiperspiran. Sedangkan deodoran dengan jenis lebih sederhana, yang fungsinya hanya menyamarkan bau ketiak, justru diklaim aman.

    André-Pascal Sappino, salah satu anggota tim peneliti, berharap garam aluminium dilarang dari produk-produk yang berhubungan dengan kesehatan. Menurut dia, hasil injeksi garam aluminium kepada tikus menyebabkan tumbuhnya tumor yang dengan cepat menyebar pada hewan pengerat tersebut.

    Tetapi, menurut Baroness Delyth Morgan, pemimpin di badan Breast Cancer Now, hasil penelitian tersebut tak perlu membuat perempuan takut menggunakan deodoran. Apalagi penelitian baru dilakukan terhadap tikus.

    DAILY MAIL | PIPIT

    Artikel lain:
    Mari Tafsirkan Mimpi, Boleh Percaya Boleh Tidak
    Jangan Takut Makan Petai, Banyak Manfaatnya lho!
    Liv Tyler Keranjingan Beli Gaun Cantik buat Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).