Ladies, Hindari 4 Kesalahan saat Merias Wajah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi berdandan/merias diri. Shutterstock.com

    Ilustrasi berdandan/merias diri. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Terbatasnya waktu di pagi hari membuat para wanita sering kali harus teburu-buru mempersiapkan diri untuk berangkat kerja. Supaya sampai tepat waktu di tempat kerja, tak jarang mereka mempercepat waktu merias wajah.

    Sayangnya, ketidaksabaran itu justru bisa memperlambat waktu merias wajah atau bahkan membuat riasan tidak bertahan lama. Berikut beberapa di antaranya.

    #Merias wajah di kamar mandi
    Udara yang panas di dalam kamar mandi menyebabkan riasan wajah tidak bisa menempel pada wajah. Akibatnya, kegiatan merias wajah akan sia-sia. Hindari pula merias wajah sebelum menggunakan catokan atau pengering rambut karena hawa panas yang dihasilkan bisa membuat riasan luntur.

    #Tidak sabar memakai bulu mata palsu
    Setelah menggunakannya, tunggu lem bulu mata palsu kering supaya bulu mata palsu tersebut tidak copot. Setidaknya tunggu minimal 30 detik baru lanjutkan dengan kegiatan merias mata yang lain, seperti dilansir laman Real Simple.

    #Memakai maskara terlalu banyak
    Melapisi lipstik beberapa kali pada bibir mungkin bisa membuat lipstik tahan lama, namun melapisi maskara berkali-kali hanya akan membuat bulu mata terlihat menumpuk dan berantakan.

    #Tidak memberikan jeda setiap menggunakan produk
    Jika Anda menggunakan berbagai macam produk, mulai dari losion hingga serum, namun menggunakannya secara terburu-buru dan setelahnya langsung merias wajah, maka produk tersebut tidak memiliki waktu cukup untuk meresap ke dalam kulit. Alhasil, Anda akan kesulitan ketika akan merias wajah.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Makan Gorengan, 1 dari 11 Alasan Pemicu Bau Badan
    Jangan Takut Makan Petai, Banyak Manfaatnya lho!Begini Cara Mengupas Buah Delima


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.