Hormati Budaya Islam, Desainer Tampilkan Burkini di MFW  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Burkini Raffaela D Angelo. us.fashionnetwork.com

    Burkini Raffaela D Angelo. us.fashionnetwork.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Desainer Raffaela D'Angelo sukses mencuri perhatian dalam ajang Milan Fashion Week 2016. Dalam fashion show koleksinya, desainer khusus bikini ini menghadirkan burkini, pakaian renang yang populer sekaligus kontroversial.

    Seperti dilansir Edmonton Journal, fashion show Raffaela D'Angelo dibuka oleh seorang model yang berjalan mengenakan burkini. Burkini tersebut dihiasi motif print dengan nuansa warna suram. Penampilan model berburkini ini sontak disambut tepuk tangan riuh penonton. "Ini bukan berarti provokasi, tapi sebuah pembukaan," kata desainer yang menampilkan burkini sebagai tanda penghormatan terhadap budaya Islam dalam fashion show itu.

    Aksi Raffaela D'Angelo tersebut seakan menjadi sindiran terhadap sejumlah peraturan yang melarang pemakaian burkini belakangan ini. Beberapa kota di Prancis, seperti Cannes dan Nice, mengeluarkan peraturan larang keras penggunaan burkini awal Agustus lalu. Peraturan itu sempat berbuntut kasus ketika seorang perempuan tidak terima disuruh mengganti burkini oleh polisi karena dianggap tidak tepat.

    “Pakaian renang yang menunjukkan hubungan religi ketika Prancis dan tempat ibadah sedang jadi target serangan teroris bisa cenderung membuat risiko mengganggu ketertiban umum,” bunyi isi peraturan Wali Kota Cannes David Lisnard.

    Orang yang melanggar akan dihukum denda sekitar Rp 568 ribu. Peraturan ini seharusnya berlaku sampai 31 Agustus 2016, tapi tidak ada informasi detail mengenai apakah peraturan tersebut sudah berhenti atau tetap dilanjutkan.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga:
    6 Trik Padupadan Rok
    7 Keunikan di Fashion Show Tom Ford NYFW
    Le Diamant Cartier Pamerkan Koleksi Terbaru Cartier



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.