4 Gangguan Psikologis yang Membuatmu Tak Cantik Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita tidak mau makan. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita tidak mau makan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kita semua ingin tampil cantik. Untuk itu, tak hanya penampilan fisik saja yang harus dijaga dan dirawat, tapi juga kondisi psikis. Depresi, gangguan makan, dismorfik tubuh, dan obsesif-kompulsif adalah beberapa masalah psikis yang secara langsung atau tidak, bisa mempengaruhi kecantikan.


    Makeup Kilat Kim Kardashian

    Semua penyebab itu berdampak pada penampilan setiap orang untuk alasan yang berbeda, tapi efeknya biasanya sama: membuat orang mengabaikan kebutuhan tubuh mereka, dan menghentikan menikmati cara mereka memandang diri sendiri. Berikut ini ulasan masing-masing gangguan psikologis yang bisa mempengaruhi kecantikan:

    1. Gangguan makan (eating disorders)
    Gangguan makan seperti anoreksia, bulimia, dan makan secara berlebihan dapat merusak penampilan.

    Anoreksia menyebabkan seseorang menghindari makan sehingga tubuhnya tetap kurus. Sementara bulimia memungkinkan seseorang untuk makan apapun yang mereka inginkan selama mereka menemukan cara untuk mengeluarkannya kembali, seperti muntah atau menggunakan obat pencahar. Makan secara berlebihan menyebabkan seseorang makan terus-menerus sepanjang waktu, bahkan saat tidak merasa lapar sekalipun.

    Gangguan makan seperti ini akan mempengaruhi kesehatan, terutama gizi tidak seimbang. Akibatnya, orang yang mengalami gangguan makan ini biasanya bertubuh kurus kering, kulit keriput, dan mata cekung.

    2. Terobsesi citra tubuh (body dysmorphic disorder)
    Orang dengan gangguan dismorfik terus-menerus berpikir tentang citra tubuh mereka. Mereka selalu berpikir diri mereka jelek dan tidak menarik. Jika seseorang memberikan pujian, mereka akan berpikir bahwa orang tersebut hanya mencoba untuk bersikap baik karena merasa kasihan atau orang tersebut telah berbohong.

    Akibatnya, mereka rela menempuh sejumlah prosedur operasi plastik demi kebahagiaan dan kesempurnaan. Mereka juga tak ragu mencoba berbagai produk kecantikan yang hasilnya belum teruji secara jelas. Alih-alih menjadi cantik, justru kerusakan yang didapat.

    3. Ingin kesempurnaan paripurna (obsessive-compulsive disorder)
    Ada banyak jenis gangguan obsesif-kompulsif. Namun, fokus di sini adalah tentang orang-orang yang menjaga kebersihan dan kesempurnaan dirinya secara berlebihan. Maksudnya, pastinya agar selalu tampil cantik, menarik, dan tampil sempurna. Namun, itu malah bisa merusak kecantikan diri.

    Anda mungkin pernah mendengar tentang beberapa model yang diabaikan oleh industri fashion karena terlalu sempurna. Sebab, mereka lebih mirip boneka ketimbang manusia. Percayalah, seseorang lebih menarik bila memiliki ekspresi dan emosi yang terpancar dari matanya, ketimbang memiliki bentuk tubuh aduhai tapi sinar matanya hampa.

    4. Depresi
    Orang yang menderita depresi cenderung mengabaikan penampilan. Mereka tidak menyikat gigi, tidak menyisir rambut, tidak mandi, dan cenderung memakai pakaian yang sama setiap hari.

    Nah, kalau sudah begini, bagaimana mau cantik?

    YOUQUEEN | LUCIANA

    Berita lainnya:
    Agar Tak Terpancing Emosi Saat Menghadapi Anak Nakal
    Baru Lulus Lalu Frustrasi, Waspadai Sindrom Fresh Garduate
    Dianggap Terlalu 'Berdaging', Miss Italia Alami Body Shamming


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.