Bertamasya ke Rumah Hobbit di Farmhouse Susu Lembang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Farmhouse Susu Lembang. google.com

    Farmhouse Susu Lembang. google.com

    TEMPO.COJakarta - Sejak pertama melihat, orang akan langsung menebak bangunan ini adalah rumah hobbit. Bentuknya sangat mirip dengan tempat tinggal Bilbo dan Frodo Baggins di Shire, desa penuh kedamaian di dunia rekaan J.R.R. Tolkien dalam Lord of the Rings dan The Hobbit.

    Bangunan lebar bercat oranye dengan atap kayu itu lebih kecil daripada ukuran rumah normal. Tingginya sekitar 2 meter dengan pintu hanya setinggi telinga orang dewasa. Bentuknya terbilang unik. Atap rumahnya ditumbuhi sejenis rumput dengan bunga kuning mungil. Pintunya bulat melingkar, begitu pula dengan jendela kaca kecil yang ada di sisi kanan dan kiri. 

    Di Farmhouse Susu Lembang, Kabupaten Bandung Barat, tiruan rumah hobbit ini tak bisa dimasuki. Pengunjung hanya bisa menikmati pemandangan sampai halaman depan.

    Toh, kemunculan rumah hobbit tersebut menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai daerah. Sejak dibuka pada Desember 2015, para pelancong rela antre untuk berfoto di halaman rumah hobbit ini. Tiruan rumah keluarga Baggins ini hanya satu dari sekian spot nyentrik di Farmhouse. Dibangun di atas lahan seluas 2 hektare, tempat wisata milik Perry Tristianto—yang juga pemilik Floating Market, Rumah Sosis, dan De'Ranch—ini menyajikan bangunan-bangunan unik lain yang sangat fotogenik.

    Di bagian depan, ada rumah cendera mata bergaya Eropa klasik. Dindingnya yang tinggi dicat putih dengan hiasan ornamen kayu berwarna hitam, mirip bangunan yang mendominasi Kota Chester, Inggris. Di sebelahnya, terdapat gerai jus dua tingkat yang dindingnya ditutupi batu-batuan berwarna cokelat. Juga, restoran nyentrik bergaya campuran Eropa daratan dan Timur Tengah. Semua obyek itu makin cantik dengan keranjang tanaman bunga warna-warni yang ditaruh di sepanjang jalan. 

    Selain tempat-tempat eksentrik, Farmhouse menjual aneka jajanan dan makanan. Ada rumah jus, tempat buat ngopi dan menikmati camilan sejenis roti, tempat jual bolu ubi Cilembu yang rasanya seperti madu, dan tempat makanan berat.

    Es krim asli buatan Lembang rasanya tak kalah dibanding merek luar negeri yang dijual di mal-mal di Jakarta. Selain itu, ada steak wagyu buatan Farmhouse di Backyard Kitchen. Ini mungkin daging sapi wagyu—atau setidaknya diklaim sebagai wagyu—paling murah yang pernah ada. Jadi jangan berharap terlalu banyak pada rasa. Paling tidak harganya bersahabat.

    Sayang, untuk menikmati sederet fasilitas itu, kita tidak dipandu papan penunjuk jalan. Alhasil, pengunjung dibiarkan semrawut. Keadaan jadi makin pelik saat libur panjang. Orang yang ingin berpindah dari satu titik ke titik lain harus celingak-celinguk dulu dan berbenturan dengan panjangnya antrean. 

    KORAN TEMPO

    Berita lainnya:
    Pocci Cafe Bandung yang Cozy dan Unyu
    Sate Maranggi di Rimbunan Pohon Jati Purwakarta
    Menikmati Aneka Racikan Teh di Kedai Teh Lewis & Carroll



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.