3 Fase Kritis Saat Mengetahui Pasangan Selingkuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Nita Dian

    TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak mudah mengobati diri setelah dihadapkan pada peristiwa perselingkuhan yang dilakukan oleh seseorang yang kita cintai. Menurut Tammy Nelson melalui bukunya yang berjudul The New Monogamy: Redefining Your Relationship After Infidelity, ada beberapa tahapan atau fase yang akan dialami seseorang yang dikhianati.

    Pipi Ayu Ting Ting Tampak Tirus, Kenapa?

    Pertama, fase krisis sebagai periode awal yang terjadi tepat setelah seseorang mengetahui pasangannya berselingkuh. Setelah melalui fase krisis, orang yang dikhianati akan memasuki fase pemahaman. Pada tahapan ini, dia akan mulai belajar memahami bagaimana dan apa penyebab perselingkuhan tersebut.

    Pada fase pemahaman, biasanya orang tersebut mulai bisa mengendalikan amarahnya dan mulai menumbuhkan kembali empati terhadap pasangannya. Ini adalah momentum yang tepat untuk memutuskan apakah sebuah hubungan layak dipertahankan atau tidak.

    “Memahami bagaimana pasangan bisa sampai selingkuh akan membantu Anda mengerti tentang duduk permasalahan dalam hubungan," tulis Nelson. "Pahamilah di mana letak tanggung jawab Anda di dalam hubungan selama ini, sampai-sampai pasangan Anda berselingkuh."

    Nelson menegaskan, fase ini bukan ditujukan untuk menyalahkan diri sendiri atas perselingkuhan yang dilakukan pasangan. Namun, ini adalah tahapan di mana seseorang harus memahami akar permasalahan sebenarnya dalam hubungan rumah tangganya.

    Jika seseorang bisa menemukan jawaban dari inti permasalahan dalam hubungannya, dia akan terbebas dari rasa frustrasi. Dia juga akan menjadi lebih siap membuat keputusan final terkait masa depan hubungannya.

    Apabila kedua belah pihak sepakat untuk mempertahankan dan memperbaiki hubungan, sebaiknya mulailah babak baru dengan membagi tanggungjawab yang merata. Jangan menumpukan kesalahan semata-mata kepada pihak yang berselingkuh.

    Jika fase pemahaman berhasil dilalui, tahapan terakhir yang harus dijalani adalah fase visi. Ini adalah periode yang tepat untuk membuang jauh-jauh masa lalu yang pahit dan memulihkan diri demi masa depan hubungan yang lebih baik.

    Mulailah lembaran baru hubungan dengan belajar dari kesalahan masa lalu. Pada tahap ini, seseorang akan belajar mengenai seperti apa hubungan monogami yang sehat dan bagaimana berbagi tanggung jawab. Dia juga akan mampu memaafkan kesalahan pasangannya.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    Acar Avokad, Cocok Bagi yang Sedang Diet
    Tanda Produk Makeup Sudah Kedaluwarsa
    Kandungan Minyak Sawit yang Bermanfaat buat Tubuh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?