Anak Belum Lancar Membaca, Tambahkan Asupan Omega-3 dan 6  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu mengajarkan anaknya membaca. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu mengajarkan anaknya membaca. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang tua biasanya khawatir jika buah hati mereka belum juga lancar membaca saat berusia lebih dari 7 tahun. Anak akhirnya digenjot untuk mengikuti berbagai les dan latihan membaca di rumah.

    Imajinasi Seksual Anak

    Sebuah penelitian yang dilakukan University of Gothenburg di Swedia yang dipublikasikan dalam The Journal of Child Psychology and Psychiatry mengemukakan latihan membaca bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan kemampuan membaca pada anak. Hasil penelitian itu menunjukkan asupan asam lemak juga dapat mempengaruhi kemampuan membaca pada anak.

    Penelitian itu membeberkan asam lemak dalam minyak ikan, makanan laut, dan beberapa ganggang dapat meningkatkan kemampuan membaca anak. Riset yang dipimpin oleh Mats Johnson, dokter kepala dan peneliti di Gillberg Neuropsychiatry Sahlgrenska Academy, University of Gothenburg, Swedia, ini menitikberatkan pada manfaat asam lemak omega-3 dan omega-6.

    Penelitian ini melibatkan 154 anak sekolah berusia antara 9-10 tahun di Swedia Barat. Para peneliti mengukur kemampuan membaca mereka menggunakan tes berbasis komputer, yang disebut tes Logos, sebelum dan sesudah mendapat asupan asam lemak dalam kadar tinggi. Beberapa indikator yang diukur adalah kecepatan membaca dan penguasaan kosakata.

    Tim secara acak memberikan anak-anak tersebut kapsul omega-3 dan omega-6 selama tiga bulan. Hasilnya, anak-anak yang mendapat asupan asam lemak memiliki kemampuan membaca yang lebih baik dan masalah sulit konsentrasi terpecahkan.

    Johnson menjelaskan, meskipun tubuh mampu memproduksi omega-3 dan omega-6, kebutuhan asam lemak esensial ini juga bisa dibantu dari konsumsi makanan. Beberapa makanan yang banyak mengandung omega-3 adalah ikan, minyak sayur, kacang-kacangan, biji rami, dan sayuran. Sedangkan asam lemak omega-6 berasal dari minyak nabati. "Membran sel di otak yang sebagian besar terdiri atas asam lemak tak jenuh ganda, termasuk omega-3 dan omega-6, penting dalam mentransmisi sinyal antara sel-sel saraf," kata Johnson.

    MEDICALNEWSTODAY | DINA ANDRIANI

    Berita lainnya:
    Hati-hati, Gejala Leukimia Tersaru dengan Maag
    Kylie Jenner Jago Bikin Bibir Sensual, Simak Triknya
    4 Bahan Makanan Sehat Ini Diam-diam Bisa Membunuh Anda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.