Kerusakan Kulit Bisa Terjadi dalam 10 Menit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kulit sehat. Shutterstock.com

    Ilustrasi kulit sehat. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Semakin tipisnya ozon dan meningkatnya polusi membuat kulit wajah lebih berisiko mengalami kerusakan. Akibat penipisan ozon, rata-rata jumlah sinar ultraviolet yang sampai ke permukaan bumi telah meningkat sejak 1979.

    Menurut penelitian, kulit terpapar sekitar 1,2 juta partikel dalam sehari. Masalah itu tidak terasa atau sering tidak disadari karena partikel ini sekitar 200 kali lebih kecil daripada pori-pori kulit.

    Memang menakutkan, terlebih ketika kita menyadari gaya hidup keseharian yang sering berada di luar ruangan, entah untuk ke sekolah, bekerja, olahraga, atau beragam aktivitas lainnya. Berdasarkan survei yang dilakukan Pond's, perempuan Indonesia berusia 18-25 tahun rata-rata menghabiskan 3,6 jam (216 menit) di luar ruangan setiap hari.

    “Padahal The Pond's Institute menemukan fakta hanya 10 menit di luar ruangan saja sudah dapat menyebabkan 10 masalah noda dan penyebab kulit tampak gelap,” ungkap Fiona Anjani Foebe, Head of Face Care PT Unilever Indonesia.

    Kesepuluh masalah tersebut, yakni noda jerawat, warna kulit tidak rata, noda akibat sinar matahari, penggelapan kulit, kulit kasar, kulit kusam, bintik hitam, kulit tidak bercahaya, kulit kering, dan noda gelap. Tentu saja, bersembunyi di dalam rumah sepanjang hari bukan solusi. Sebagai wanita aktif dan modern, berdiam diri di rumah tidak bisa menjadi pilihan.

    Dokter spesialis kulit dan kelamin, Eddy Karta, yang hadir dalam acara konferensi pers Pond's White Beauty Baru: Lawan Sepuluh Masalah Noda yang Susah Hilang dan Penyebab Kulit Tampak Gelap, menganjurkan siapapun untuk rajin menggunakan pelembap yang mengandung tabir surya.

    “Untuk keperluan sehari-hari, seseorang bisa menggunakan pelembap dengan kandungan SPF antara 8 hingga 15. Kecuali jika ada aktivitas luar ruangan berlebih, bisa ditambah lebih dari itu,” tutur Eddy.

    Namun jangan lupa, paling terpenting dari perlindungan yang optimal adalah penggunaan pelembap yang telaten. “Jangan lupa untuk mengulangi pemakaian secara berkala, terutama jika sudah terhapus karena cuci muka atau wudu,” kata Eddy.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Gula, Dicinta, Dibenci, dan Dipenuhi Mitos
    Kenikmatan yang Anda Rasakan di Usia Senja
    Kenali 11 Cara Mudah Atasi Flu yang Menyerang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.